Pengelolaan Sistem Informasi Geografi (SIG)

December 3, 2006 at 3:34 am 9 comments

Pengelolaan SIG ini meliputi, sumber informasi geografi, komponen-komponen SIG dan cara mengelola informasi geografi.

Sumber Informasi Geografi

Sumber informasi geografi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu (bersifat dinamis), sejalan dengan perubahan gejala alam dan gejala sosial. Dalam geografi, informasi yang diperlukan harus memiliki ciri-ciri yang dimiliki ilmu lain, yaitu:
1. Merupakan pengetahuan (knowledge) hasil pengalaman.
2. Tersusun secara sistematis, artinya merupakan satu kesatuan yang tersusun secara berurut dan teratur.
3. Logis, artinya masuk akal dan menunjukkan sebab akibat.
4. Objektif, artinya berlaku umum dan mempunyai sasaran yang jelas dan teruji.

Selain memiliki ciri-ciri tersebut di atas, geografi juga harus menunjukkan ciri spasial (keruangan) dan regional (kewilayahan). Aspek spasial dan regional merupakan ciri khas geografi, yang membedakannya dengan ilmu-ilmu lain.

Karena geografi merupakan kajian ilmiah mengenai gejala alam dan sosial dari sudut pandang spasial dan regional, maka informasi geografi bersumber dari:

1. Gejala-gejala litosfer
  Gejala-gejala ini meliputi relief dan topografi, jenis tanah dan batuan,

serta sistem pelapisan batuan. Contoh informasi geografi yang berasal

dari gejala litosfer lihat gambar di bawah ini.

  Keterangan gambar 5.1.
Peta di atas berjudul: Persebaran tanah di Indonesia. Peta tersebut

menggambarkan tentang persebaran jenis tanah di Indonesia

berdasarkan proses terjadinya.Berdasarkan keterangan peta:
a. putih, tanah vulkanik yaitu tanah ini banyak dipengaruhi oleh

vulkanik (letusan gunung api).
b. agak hitam, tanah non vulkanik yaitu tanah yang terbentuk pada

zaman tertier (akibat pelapukan).
c. hitam, tanah rawa (aluvial) yaitu tanah yang terbentuk dari hasil

sedimentasi (pengendapan), umumnya berada di kawasan pantai landai.

   
2. Gejala-gejala hidrosfer
  Keterangan gambar 5.2.
Judul peta:
Daerah dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul. Peta tersebut

menggambarkan tentang daerah dangkalan di Indonesia yaitu

dangkalan Sunda di sebelah Barat dan dangkalan Sahul di sebelah Timur.

Dangkalan adalah laut yang kedalamannya kurang dari 200 meter,

merupakan relief dasar

laut yang menurun perlahan-lahan (landai) mulai dari pantai ke arah

tengah lautan.

Berdasarkan keterangan peta:
3. Gejala-gejala atmosfer
  Gejala ini berkaitan dengan informasi tentang cuaca dan iklim, termasuk

unsur-unsurnya dan faktor yang mempengaruhinya. Contoh informasi

geografi yang berasal

dari gejala atmosfer, perhatikan gambar 5.3.

  Keterangan gambar 5.3.
Peta di atas meng-gambarkan persebaran curah hujan berdasarkan

besarnya curah hujan (dalam milimeter) dalam setahun untuk wilayah

Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. Untuk membedakan

besar curah hujan, silahkan lihat keterangan peta.

   
4. Gejala-gejala biosfer
  Gejala biosfer berkaitan dengan tumbuhan, hewan dan manusia, yang

sangat dipengaruhi oleh unsur litosfer, hidrosfer dan atmosfer.

Contoh informasi geografi yang berasal dari gejala biosfer adalah

persebaran sumber daya alam hayati (hidup) Indonesia,

(lihat gambar 5.4).

  Keterangan gambar 5.4.
Berdasarkan judul, peta di atas menggambarkan tentang persebaran

sumberdaya alam hayati (hidup) di Indonesia. Dari peta ini kita dapat

mengetahui daerah mana saja di Indonesia yang banyak menghasilkan

ikan tuna, kelapa, pala dan lainnya.

   
5. Gejala-gejala sosial budaya
  Gejala ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat antara lain kemajuan

ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Contoh gejala sosial

budaya yang merupakan sumber informasi geografi, yaitu persebaran

obyek wisata kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

             
             
About these ads

Entry filed under: Diskusi. Tags: .

Pola Pergerakan Angin di Indonesia Cara Mengelola Informasi Geografi

9 Comments Add your own

  • 1. edy  |  December 11, 2007 at 5:00 pm

    bagus nie buat tugas saya
    saya copy ya buat tugas,saya jadikan referensi

    Reply
  • 2. wahyu  |  February 4, 2008 at 7:42 pm

    gambar/ foto nya kok ngak keliatan. Tampilkan lagi atuh..
    terimakasih

    Reply
  • 3. mirkabanjari  |  February 17, 2009 at 7:51 am

    Mantappp Masnyooo..
    matursuwun ilmunya yaaaa…
    tak copy ya..buat bahan saya seminar
    thanks

    Reply
  • 4. elmoudy  |  August 2, 2009 at 12:33 pm

    thanks atas share ilmunya..
    tetep maju GIS indonesia

    Reply
  • 5. Ahmad Amin Udin  |  August 5, 2009 at 3:50 am

    Setelah sekian lama lulus dari kuliah, ternyata perkembangan ilmu geografi lumayan juga ya…maklum saat ini aku bukan guru geografi lagu. Aku kini guru TIK oh….tak apalah yang penting aku belajar lagi supaya nggak “capek deh”

    Reply
  • 6. indra prasetya  |  February 13, 2010 at 4:16 am

    buagus bunget oya begi yg dah lama salam kenal ya

    Reply
  • 7. zaa  |  March 27, 2010 at 4:56 am

    gambarna dund di tampilin buat ngrjain tugas geo nich???

    Reply
  • 8. syahmi  |  August 25, 2010 at 7:00 am

    makasih ya infiormasinya…

    ^_^

    Reply
  • 9. ZIKA  |  September 21, 2010 at 11:14 am

    BAGUZZZ….BUAANGEETTSSS NICH TAPIE,,,,,,,,GMBRNA MNA NICH AU DA TGZ BWD BZZUK……GEMANAE…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


SELAMAT DATANG

Tulisan Baru

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 512,247 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 9 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: