Cara sederhana mengetahui kandungan dan kadar mineral logam

March 4, 2011 at 7:36 am 7 comments

Sumber daya alam lokal khususnya dari sektor pertambangan terdiri dari : Sumber daya Mineral (mineral logam dan non logam), Sumber daya Energi (minyak, gas, dan batubara), dan Sumber daya Panas Bumi. Sumber daya alam lokal yang dimaksud dalam studi ini serta mempunyai hubungan langsung dengan rencana pengembangan industri baja, adalah : Sumber Daya Mineral Logam dan Batubara.

Sumber daya mineral logam atau dalam istilah di pertambangan disebut dengan Bahan Galian Logam, terdiri dari : 4 (empat) kelompok bahan galian dan 30 (tiga puluh) jenis komoditi, yakni :

* Kelompok Bahan Galian Logam Dasar
Timbal, Tembaga, Seng, Timah, Air Raksa, Antimon, Molibden, Bismuth

* Kelompok Bahan Galian Logam Mulia
Emas, Perak, Platina

* Kelompok Bahan Galian Logam Besi dan Paduan Besi
Besi, Mangan, Krom, Kobal, Nikel, Wolfram, Vanadium

* Kelompok Bahan Galian Logam Ringan dan Logam Langka
Aluminium, Magnesium / Monasit, Zirkon, Titan, Berilium, Litium, Tantalum,Cadmium, Galium, Indium, Yitrium, Torium

Belum semua bahan galian seperti tersebut di atas sudah dieksplorasi dan diekspoitasi. Dari 30 jenis komoditi bahan galian logam tersebut, dapat dikelompokkan menjadi tiga, Yaitu :

* Kelompok Bahan Galian Logam yang sudah diproduksi dan memiliki data yang lengkap (data produksi tahun 2005 ada sehingga cadangan awal 2006 dapat diperoleh).
Tembaga, Timah, Emas, Perak, Besi, Mangan, Nikel, Aluminium

* Kelompok Bahan Galian Logam yang sudah diproduksi tetapi belum memiliki data yang lengkap (data produksi tahun 2005 belum ada sehingga cadangan awal 2006 hanya perkiraan)
Timbal, Seng, Air Raksa, Molibdenum, Platina, Krom, Kobal, Monasit, Titan

* Kelompok Bahan Galian Logam yang belum diproduksi sehingga tidak memiliki data yang lengkap (data produksi tahun 2005 tidak ada sehingga cadangan awal 2006 hanya perkiraan)
Antimon, Bismuth, Wolfram, Vanadium, Zirkon, Berilium, Litium, Tantalum, Cadmium, Galium, Indium, Yitrium, Torium

Beberapa jenis bahan galian logam mempunyai bentuk, spesifikasi dan sifat-sifat yang berbeda sehingga dibagi dalam sub – sub jenis. Nama dari sub jenis ini biasanya yang sering disebutkan.

* Logam Besi, dibagi atau dibedakan menjadi :
Besi Primer
Besi Laterit
Pasir besi

* Logam Kromit, dibagi atau dibedakan menjadi :
Kromit Primer
Kromit Plaser

* Logam Titan, dibagi atau dibedakan menjadi :
Titan Laterit
Titan Plaser

* Logam Emas, dibagi atau dibedakan menjadi :
Emas Primer
Emas Alluvial

Selain itu, pemisahan jenis juga biasanya berlaku untuk jenis – jenis logam sebagai berikut :

* Logam Nikel, dibagi atau dibedakan menjadi :
Bijih Nikel
Ferro Nikel
Nikel dalam Ferro Nikel
Ni + Co Dalam Matte

* Logam Tembaga, dibagi atau dibedakan menjadi :
Logam Tembaga
Konsentrat Tembaga

* Logam Timah, dibagi atau dibedakan menjadi :
Logam Timah
Konsentrat Timah

* Logam Bauksit, dibagi atau dibedakan menjadi :
Bauksit
Converter Matte

Sumber Daya Energi khususnya batubara, pada umumnya dibedakan berdasarkan peringkat kualitasnya. Peringkat yang tertinggi adalah : Antrasit, disusul kemudian oleh Bituminus, Subbituminus dan peringkat paling rendah adalah Lignit.

Kualitas batubara di Indonesia umumnya adalah Lignit, Subbituminus dan Bituminus, namun peringkat ini bisa meningkat karena adanya pengaruh intrusi dari batuan beku pada endapan batubara.

Misal, seperti yang terjadi di Bukit Asam, Bengkulu dan Sangatta.

Ditinjau dari usia endapan, batubara di Indonesia yang sangat banyak dan bernilai ekonomis untuk ditambang adalah pada umumnya terbentuk pada era tersier, yakni :
Paleogen (Eosen dan Oligosen) dan Neogen (Miosen, Pliosen dan Plistosen). Batubara Eosen terdapat pada : Cekungan Ombilin (Sumatera Barat), Cekungan Riau, Cekungan Pasir dan Asam-asam (Kalimantan Timur dan Selatan), Cekungan Barito (Kalimantan Tengah dan Selatan), Cekungan Ketungau (Kalimantan Barat). Sedangkan Batubara Miosen terdapat pada : Cekungan Sumatera Selatan, Cekungan Bengkulu, Cekungan Meulaboh (NAD), Cekungan Kutai dan Tarakan (kalimantan Timur), Cekungan Barito (Kalimantan Selatan).

Batubara yang diekspor (diperdagangkan) dari Indonesia dikenal sebagai batubara yang berkualitas bagus (bituminus dan Subbituminus) dan bersih. Kandungan Abu nya rendah, kurang dari 5 %. Demikian juga kandungan Sulfur nya kurang dari 1 %, dan pada umumnya berkalori rendah. Tiga parameter tersebut biasanya yang dipertimbangkan dalam perdagangan batubara.

Harga batubara biasanya ditentukan dari peringkat kalorinya, semakin tinggi nilai kalori batubara maka semakin mahal harganya. Sementara ini, kualitas batubara yang ditinjau dari besaran nilai kalori diklasifikasikan ke dalam empat grade, yaitu :
Grade Nilai Kalori

* Low Grade 7.100

Dalam perdagangan batubara, terutama di dalam negeri klasifikasi grade
tersebut diperinci lagi berdasarkan klasifikasi nilai kalorinya.

* 7.000 Kalori S.tinggi

Pengembangan industri baja nasional diorientasikan untuk mengolah dan memanfaatkan sumber daya dan cadangan mineral logam dan batubara yang tersedia di daerah – daerah. Untuk tahap awal, orientasinya di fokuskan pada pemanfaatan cadangan mineral bijih besi dan batubara yang terdapat di Kalimantan Selatan. Di wilayah ini, ke dua cadangan tersebut tersedia dalam jumlah yang cukup besar. Selain itu, hanya di Kalimantan Selatan yang telah mempunyai informasi mengenai cadangan bijih besi yang agak lengkap dibandingkan dengan dari daerah lainnya.

Bijih besi di alam terdiri dari bermacam-macam mineral logam yang berbentuk oksida besi, mempunyai kandungan Fe relative rendah dan ukurannya tidak menentu. Mineral logam yang berbentuk oksida besi yang terpenting antara lain :

* Laterite (golongan dari limonites)

* Hematite Fe2O3

* Magnetite Fe3O4

* Ilmenite FeTiO3

* Limonite Fe2O3nH2O

* Siderete FeCO3

Magnetite mempunyai sifat magnit dan sangat keras dibandingkan dengan Hematite. Selain itu, Hematite dikenal mempunyai afinitas yang lebih rendah terhadap oxygen sehingga lebih mudah direduksi menjadi logam Fe. Namun mineral bijih besi di alam sering mempunyai kandungan keduanya, baik Hematite maupun magnetite.

Kandungan Fe dalam bijih besi laterite umumnya relative lebih rendah dibandingkan dengan kandungan Fe yang terdapat dalam Hematite dan Magnetite. Dalam laterite kadar Fe berkisar 40 % s/d 55 %, sedangkan dalam Hematite dan Magnetite kadar Fe nya antara 38 % s/d 70 %. Artinya dalam bijih besi laterit banyak terkandung kotoran dan senyawa
oksida logam lain yang tidak diperlukan

About these ads

Entry filed under: Geologi, Pertambangan. Tags: .

Rotasi Inti Bumi Berputar Lebih Cepat Gempa Bumi Bawah Laut

7 Comments Add your own

  • 1. muftie yusha  |  March 15, 2012 at 9:12 am

    Gan…info ini amat bagus dan mudah di mengerti…akan lebih teramat bagus klo di urai lebih spesifik masing2 logam atopun mineral beserta penggunaannya dalam dunia industri maupun secara komersil dalam dunia perdagangan mineral logam bentuk raw mataerial……

    Reply
  • 2. heru  |  May 6, 2012 at 2:56 am

    amat bagus pak artikelnya..
    tpi saya mau bertanya pak untk pmbntkan
    pada era tersier itu ada era yg lbih tua lgi,mksd saya era dmna tmpat adany endapan cu / au itu brada..

    Reply
  • 3. Mahatma  |  May 6, 2012 at 4:20 am

    Ini artikel judulnya “Cara sederhana mengetahui kandungan dan kadar mineral logam” tapi kayaknya gak ada sama sekali menyinggung teknik sederhana yg dimaksud.

    Reply
  • 4. Imam  |  October 24, 2012 at 7:09 am

    Iya pak.sy perlu penjelasan mengenai tes kadar platina.

    Reply
  • 5. huda  |  November 20, 2012 at 10:31 pm

    Anatara judul dan isi tidak connect gan !

    Reply
  • 6. bendi adit  |  September 25, 2013 at 5:40 pm

    Tai jangkek yak ya namae misah kata2 salam ngentot

    Reply
  • 7. hariyantokusnan  |  June 29, 2014 at 5:18 am

    Akan lebih bagus kalau diuraikan ciri2/tanda permukaan tanahnya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SELAMAT DATANG

Tulisan Baru

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 511,954 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 9 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: