Kajian Pertambangan Timah Kita

September 25, 2006 at 7:15 pm 32 comments

PERTAMBANGAN TIMAH

• Tinjauan Umum Timah…….………… ………
Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin dan urat kuarsa timah, serta sebagai endapan sekunder, yang di dalamnya terdiri dari endapan aluvium, eluvial, dan koluvium.………
Mineral yang terkandung di dalam bijih timah pada umumnya mineral utama yaitu kasiterit, sedangkan pirit, kuarsa, zircon, ilmenit, plumbum, bismut, arsenik, stibnite, kalkopirit, kuprit, xenotim, dan monasit merupakan mineral ikutan.
Sumber timah Indonesia merupakan bagian jalur timah Asia Tenggara (The South East Tin Belt), jalur timah terkaya di dunia yang membentang mulai dari selatan China, Thailand, Birma, Malaysia sampai Indonesia. Genetis kehadiran timah bermula dengan adanya intrusi granit yang diperkirakan ± 222 juta tahun yang lalu pada Masa Triassic Atas, Magma yang bersifat asam mengandung gas SnF4, yang melalui proses pneumatolitik hidrotermal menerobos dan mengisi celah retakan, di mana terbentuk reaksi dasar:
SnF4 + H2O SnO2 + HF2
• Kegunaan timah…………………………… ………
Dalam pemanfaatan bijih timah dewasa ini telah mengalami banyak peningkatan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pasar nasional maupun dunia.
Timah digunakan antara lain sebagai berikut:
1. Pelat timah
2. Solder
3. Logam Putih (babbit)

• Tahap – tahap Pertambangan Timah
Kegiatan pertambangan pada umumnya memiliki tahap-tahap kegiatan sebelum pelaksanan kegiatan penambangan dilakukan, sebagai berikut:

1. Eksplorasi
2. Penambangan
3. Pengolahan

About these ads

Entry filed under: Diskusi. Tags: .

Ribuan Hektare Lahan di Jawa Rawan Banjir Simulasi Para Ahli Geologi, Desember Porong Tenggelam

32 Comments Add your own

  • 1. Indra  |  September 25, 2006 at 7:23 pm

    Tampaknya pertambangan timah di pulau bangka semakin meninggalkan kolong-kolong raksasa, tapi disini yang penting bagaimana reklamasi pada daerah pasca tambang agar dampak buruknya tidak terjadi, bukan begitu mas putra

    Reply
  • 2. heru  |  September 25, 2006 at 7:27 pm

    Bagus tuh bahasannya tentang timah.
    Yach indonesia merupakan penghasil timah terbesar di asia, mungkin malsah terbesar didunia.

    Reply
  • 3. samy  |  September 27, 2006 at 12:33 pm

    au…..bisa buat seminar ku gak yach…. bantuin dong

    Reply
  • 4. zai  |  October 30, 2006 at 7:16 am

    hai pemerintah provinsi BABEL, tolong gali otak kalian,jangan cuma bisa ngambil uang rakyat doang. Carilah alternatif lapangan usaha yang lain. Kep. Riau aja maju, kenapa bangka belitung tidak

    Reply
  • 5. nanta  |  November 8, 2006 at 11:00 am

    Masih punya literatur atau tulisan atau ulasan tentang timah yang laen ga ? sy lg nulis skripsi ttg timah nich, mau bantuin ???

    Reply
  • 6. klastik  |  November 19, 2006 at 4:06 pm

    terima kasih atas masukannya, untuk timah saya akan menambah materinya

    Reply
  • 7. dani  |  November 29, 2006 at 8:06 am

    sekedar menceritakan pengalaman liburan kemaren

    Beberapa hal yang dapat simpulkan ketika berbicara dengan keluarga2 ku yang notabene hidup dari menambang timah didesa-desa:
    1. Bobroknya moral aparat2 di Bangka-belitung, mudah disuap, dan sudah menjalar dan mengakar dikalangan masyarakat bawah (hal yang sudah biasa), mungkin sudah dianggap biasa dinegeri ini

    2. Pendidkan masyarakat rendah terutama dipedesaan Masyarakat mudah di provokasi oleh manusia rakus dan egois. Memanfaatkan rakyat awam untuk kepentingan perutnya (terbukti dari pengakuan orang2 yang terlibat dalam kasus perusakan kantor gubernur banyak yang dibayar, dan disuruh oleh jiwa2 egois tersebut) Sumber : Keluarga yang pernah diajak, dan teman2nya yang terlibat.

    3. Mungkin agak sedikit melegakan. Sebagian kecil Masyarakat sudah mulai memikirkan alternatif mata pencaharian pasca habisnya timah ini (kesadaran masyarakat).

    Wallahua’alam

    dani (085221815203)

    Reply
  • 8. putra  |  November 29, 2006 at 10:38 am

    Memang sangat memilukan sekali masyarakat yang berada di sekitar daerah pertambangan, seperti contoh di BaBel banyak sekali penambangan Timah yang kini hanya meninggalkan kolong-kolong raksasa, hanya sebagian saja yang sudah direklamasi. kemudian kurangnya SDM yang mendukung dalam hal reklamasi,

    Reply
  • 9. hisyam  |  December 11, 2006 at 7:41 am

    mo nanya dong. kenapa pertambangan kita banyak dikuasai Asing sedangkan penduduk daerah pertambangan relatif miskin?

    Reply
  • 10. klastik  |  December 12, 2006 at 3:57 pm

    Pertambangan kita banyak dikuasi Asing karena Banyak dari negara Asing yang inves besar2an di indonesia khususnya dalam bidang migas maupun pertambangan

    Penduduk sekitar pertambangan relatif miskin karena terdapat SDM yang buruk di perusahan pertambangan, sehingga masyarakat disekitar pertambangan banyak tidak dipedulikan kehidupannya.

    Reply
  • 11. jefry  |  January 26, 2007 at 6:52 pm

    saya sangat berharap kepada pemerintah dan masyarakat bagkabelitung untuk bersama-sama mengatasi persoalan pertimahan dibabel tertutama tentang lingkungan. karena bumi bangka belitung sekitar 32 % sudah rusak lingkungannya. jangan sampai pihak pemerintah tidak tegak dan mau di sogok oleh pemodal lokal mauoun nasional..begitu juga dengan kapolda babel jangan sampai kongkalikkong dengan para pengusaha..

    Reply
  • 12. jefry  |  January 26, 2007 at 6:55 pm

    saya sangat berharap kepada pemerintah dan masyarakat bagkabelitung untuk bersama-sama mengatasi persoalan pertimahan dibabel tertutama tentang lingkungan. karena bumi bangka belitung sekitar 32 % sudah rusak lingkungannya. jangan sampai pihak pemerintah tidak tegak dan mau di sogok oleh pemodal lokal mauoun nasional..begitu juga dengan kapolda babel jangan sampai kongkalikkong dengan para pengusaha..saya dari ativis lingkungan babel..dan aktivis prodem di yogyakarta..081578723682

    Reply
  • 13. dewi  |  February 13, 2007 at 2:49 am

    Gimana…..Orang@ nya pade mau kaya dewek, jadi nggak karuan deh pemikirannya. yang ada hanya pengen kaya mendadak, ngisi perut sampai lingkungan di biarkan begitu aja…anak cucu mu gimana

    Reply
  • 14. dewi  |  February 13, 2007 at 2:51 am

    reklamasi seharusnya segera di lakukukan seperti PT TIMAH dan PT Koba TIn yang sudah melakukan reklamasi, bila rakyat melakukan penambangan harus di lakukan penataan ulang lokasi mana saja yang layak untuk di gali

    Reply
  • 15. fie  |  February 21, 2007 at 8:21 am

    punya perasaan aja bagi pemerintah, emangnya mau timah aja jd penghasilan masyarakat bangka?punya pikiran g sich utk anak cucu yang ada di pulau bangka..sedih dan piluh melihat kehancuran daerah kelahiran sendiri….

    Reply
  • 16. rasyha akram  |  September 13, 2007 at 10:42 am

    da informasi lebih tentang timah dan kondisi kolong-kolong di bangka gak?

    Reply
  • 17. Incen  |  September 15, 2007 at 3:26 am

    hehe.. numpang lewat ya….

    Reply
  • 18. windi  |  October 10, 2007 at 11:15 pm

    mau kasih saran saja,,kita sebagai bangsa indonesia alangkah baiknya tidak menjadi investor di negara sendiri, tidak menjual hasil tambang kita kepada bangsa asing,,melainkan kita kelola sendiri aja,,,makasih

    Reply
  • 19. cikar  |  February 22, 2008 at 12:32 pm

    kalo mau membangun&merenovasi wilayah Bangka ini harusnya mempunyai kebijakan&hukum2 yang jelas dan harus ditegakkan. serta pilihlah pemimpin yang cerdas. bukan seperti gubernur sebelumnya. mempunyai planning jangka panjang yang terprogram itu sangat penting!

    Reply
  • 20. cikar  |  February 22, 2008 at 12:37 pm

    contohlah provinsi2 yang berhasil, yang memiliki pemimpin yang benar2 cerdas untuk membangun daerahnya. ex gubernur Gorontalo yang lebih mengangkat pertanian jagung terbaik.
    seharusnya bangka belitung harus mencontoh provinsi-provinsi yang berhasil di Indonesia seperti itu.jangan hanya memperkaya diri sendiri dan mempunyai beberapa rumah dan aset2 di pulau jawa sebagai investasi di saat sudah tidak menjabat lagi sebagai pejabat!

    Reply
  • 21. esi  |  March 15, 2008 at 6:44 am

    dalam masalah lingkungan akibat pertambangan harus lah menjadi titik acuan utama bagi pemerintah karena indonesia ini negara yang kaya akan bahan tambang ,jika masalh lingkungan di abaikan sedangkan pertambangan makin marak maka mau jadi apa negara kiata apa mau jadi negara penampung tailing alias sampah tambang

    Reply
  • 22. diaz  |  July 11, 2009 at 7:28 am

    ada artikel timah yang lain gk bos??aku lg butuh tentang genesa,stratigrafi n Formasi timah niyh……
    kebetulan lg skripsi tentang itu..
    perhitungan produksi kapal keruk juga…
    mumet,selama ini minim bgt buku ato artikel yang baku..
    thx…….

    Reply
  • 23. Azhar  |  July 30, 2009 at 9:00 am

    Pkirkan nsib laut bngka boz ! Krangny hbis t..,

    Reply
  • 24. lorena  |  August 4, 2009 at 1:30 pm

    biar rakyat penambang mendapat hasil yang maksimal, peraturan nya harus jelas, hasil tambang rakyat tidak di ambil oleh aparat,
    klo boleh (bebas benar), dan klo tidak(tidak boleh sama sekali ada penambangan konvensional)

    Reply
  • 25. heru  |  January 29, 2010 at 5:28 am

    wah pdhal saya br mau tinjau tmbang timah di belitung ne…ada data ttg belitung gk?/khususnya geologix..thx ya..tdk semua tambang merusak linkungan..so ada plus n minusx ok!!

    Reply
  • 26. Fega  |  February 3, 2010 at 5:51 am

    Harus nya semua elemen di Bangka Belitung Khisusnya dan Bangsa Indonesia SADAR bahwa kekayaan Timah di Bangka Belitung manfaatnya Hanya dirasakan oleh penguasa dan Pengusaha,,,,,, Ratusan tahun dan Milyaran Dolar hasil timah tidak dirasakan oleh rakyat………!!!! terbukti rakyat Babel hanya jadi kuli kuli di perusahaan yang mengelola pertimahan.

    Reply
  • 27. kresna  |  March 8, 2010 at 3:37 pm

    daerah koba parah…kolong menganga lebar dan dalam…sangat merusak

    Reply
  • 28. Firmansyah  |  May 24, 2010 at 5:19 pm

    mw nanya mineral2 penghasil timah putih, permata dan aluminium>>?? tmksh,

    wee semua yg mengritik.. jgn cuma twnya mengkritik aja coy..
    malu donk.. coba liat tuh negara2 luar sana lg sibuk mempromosikan pengembangan teknologi terbarunya, nah coba deh buat sesuatu yg baru… coba bereksperimen siapa tw loe loe loe dan loe semua bisa membuat teknologi yg super canggih tuk bisa menetralisir dampak negatif pengolahan timah itu sendiri.

    Reply
  • 29. Smile _ Happy  |  November 30, 2010 at 1:43 am

    Go green di http://www.wisnuvegetarianorganic.wordpress.com/

    Reply
  • 30. redho  |  January 9, 2011 at 8:50 am

    timah dibangka memang hasil reklamasinya tidak baik,setelah ditambang ditinggalkan,,,, dulunya belum ada aturan UUD yang mengatur pasca tambang…..tetapi sekarang kemungkinan reklamasi yg kurang baik akan jarang ditemui,,,sebab telah UUD minerba tahun 2009 yang mengatur pertambangan di indonesia…

    Reply
  • 32. Danivenansus Paul Sitanggang  |  March 6, 2014 at 11:18 am

    bro.. ada referensi link atau ebook yang bisa dilihat ga? aku lagi nulis skripsi tentang timah bro.. kalo bisa hubungin aku ya bro.. dan kalo ada (085276988783)dani

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SELAMAT DATANG

Tulisan Baru

RSS Berita Terkini

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 501,500 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: