Geothermal?

October 5, 2006 at 5:21 am 15 comments

Geothermal energi merupakan panas dari bawah permukaan bumi dimana temperaturnya sangat besar (bisa mencapai 700 F). Panas ini dibawa kepermukaan sebagai Steam (uap) atau air yang panas – yang terbentuk ketika air mengalir melewati batuan yang permeable dan panas (biasanya batuan beku dengan permeabilitas sekundernya (fracture, joint, fault, dsb).

Sebagai tambahan, teknologi di geothermal sangat ketinggalan dibanding di dunia minyak. Amoseas baru mulai mengadopsi metode Fractured Reservoir yang telah lama diterapkan di dunia minyak. Amoseas termasuk Geothermal company terdepan dalam teknologi dan produksi geothermal di Indonesia). Untuk skala besar dan yang efesien, panas bumi ini akan dikonversi menjadi listrik (panas dialirkan ke turbin yang akan menghasilkan energi listrik).

The Geothermal energy Resource – Walau ada beberapa tipe geothermal resources yang sedang dikembangkan, ada dua resource yang dapat digunakan secara komersil: Hydrothermal Fluid dan Earth Energy.

Hydrothermal fluid resources digunakan untuk pembangkit listrik. Resources ini berupa reservoir steam atau hot water yang terbentuk karena air yang meresap ke dalam bumi (recharge), terkumpul, dan mengalami pemanasan oleh hot rock yang porous atau fractured. Perlu diketahui di Amoseas tidak diketahui peranan recharge water; kemungkinan airnya merupakan air formasi yang terperangkap setelah proses hydrothermal (termasuk alterasi dan mineralisasi).

Earth energy merupakan energi panas yang terdapat pada tanah dan batuan pada kedalaman yang dangkal. Terbagi menjadi resource yang low dan moderate temperature, dan digunakan untuk direct uses (suhu rendah untuk pemanasan ruangan, gedung, proses2 industri, rumah kaca, perikanan dan resort. Belum banyak diterapkan di Indonesia).

Heat sources untuk geothermal energy ialah:
– Conductive Heat dari mantle
– Panas yang dihasilkan oleh kerak bumi akibat radiasi isotop U, TH dan K.
– Shallow Magma bodies yang bertindak sebagai local heat source

Area-area yang potensial untuk eksplorasi geothermal:
– Aktivitas vulkanik recent
– Frequent seismic activity
– High level of conductive heat flow
– hot spring, geyser dan fumarol.

Sama seprti di dunia minyak, syarat2 untuk keberadaan lapangan hydrothermal:
– Heat source – adanya magmatic, yang menghasilkan geothermal gradient yang tinggi
– BedrocK layer – sangat atau kurang permeable
– Reservoir – permeable, fractured, melingkupi area yang luas
– Recharge water
– Caprock – impermeable seal atau thermal insulator.

Sebagai tambahan, di Amoseas menurut model geologi sekarang (sekarang sedang dalam revisi pemodelan dengan menggunakan teknologi2 baru); sumber panas diakibatkan oleh peranan shallow magma bodies berupa intrusi batuan beku andesite – microdiorite (sedangkan sumber magmanya diperkirakan jauh di kedalaman lebih kurang 4 km), yang lalu memanaskan air yang ada (biasanya berupa recharge water, namun di Darajat, Amoseas diperkirakan berupa air formasi, karena tidak diketahui keberadaan sumbernya; sedangkan recharge water tidak sampai penetrate ke dalam, karena adanya caprock berupa layer alterasi clay yg tebal di atas reservoir. Panas yang dihasilkan kemudian mencari zona lemah (mengalir melewati permeability bisa berupa fracture: joint, fault atau vein yang mengisi fracture yang kemudian re-open).

Drilling kemudian dilakukan atas petunjuk geologist tentang dimana zona yg prospek berdasarkan riset yang mendalam (perlu diketahui tidak semua geothermal company yang melakukan prosedur ini, karena keterbatasan dana atau pun belum terbiasa berpola fikir seperti ini. Ada yg ‘gambling’ melakukan pengeboran di daerah yg diperkirakan prospek tanpa data2 pendukung yg kuat.). Di Amoseas, data2 pendukung ini berupa data: geologi permukaan, geologi bawah permukaan, geochemistry (baik geochemistry permukaan (water) dan adanya kenampakan fumarol, mudspot atau geyser dan dibawah permukaan (inklusi fluida dari mineral2 penciri dan geochemistrynya untuk mengetahui temperature pembentukan mineral tsb, studi alterasi dan mineralisasi, bahkan porosity, geophysics untuk mengetahui resestivitynya termasuk Magneto Telluric (MT), FMS (Formation Micro Scanner) untuk mendeteksi keberadaan fracture dan fault sebagai medianya, MEQ (Micro Earth quake) untuk mengetahui aktivitas seismik yang diartikan sebagai zona2 aktif (sesarnya) dan program aplikasi dari dunia minyak (Chevron Texaco) berupa NFR (Naturally Fractured Reservoir) untuk lebih mengetahui distribusi panasnya dan untuk memperbaharui model geologi yg sudah ada.

Memang, Indonesia sangat kaya akan sumber energi panas bumi ini, karena terletak pada zona subduksi yang menghasilkan volcanic arc (sepanjang sumatra, Jawa hingga NTT?, Lahendong di Sulawesi, dsb). Namun, yang potensial untuk geothermal bukanlah volcanic recent yang masih aktif, namun kebanyakannya adalah paleovolcanic (gunung api purba) yang masih terdapat heat sourcenya. Sama halnya jika kita mencari keberadaan emas..Untuk tectonic setting lainnya saya kurang mengerti (daerah MOR?). Sepertinya Iceland yg tectonic settingnya Spreading areajuga punya Geothermal. Beberapa daerah dengan tectonic setting seperti di Iceland dan Hawaii? juga memiliki geothermal resource..Mungkin alasannya karena drilling di daerah volcanic aktif sangat berisiko (sangat korosif dan asam) dan tidak efisen dan tidak sesuai dengan geothermal yg diinginkan..Kasus pengeboran di Iceland malah berujung ke hazard, karena yg keluar malah lava..Kemungkinan kedepan juga bisa saja diterapkan teknologi dengan menginjeksikan water ke zona2 di bawah permukaan bumi yg memiliki heat source atau menerapkan metoda Fractured Reservoir dengan hydraulic fracturing seperti yg telah dicoba di dunia perminyakan.

Masaalah kenapa energi ini kemudian tidak semaju di industri minyak karena beberapa alasan: – teknologi dan penelitian di bidang ini belum semaju di dunia minyak..kemudian masaalah regulasi tentang energi (kelistrikan)..Kenapa tidak dibawah BP Migas? dan lebih karena masaalah regulasi lainnya (dengan PLN sebagai single buyer dan PERTAMINA)..Dengan lepasnya hak istimewa PERTAMINA dalam penguasaan dan pengolahan geothermal, mudah2an investasi semakin banyak masuk..

Entry filed under: Panas Bumi. Tags: .

Indonesia Kian Penting Dalam Geopolitik dan Ekonomi AS Prosese Pemisahan Bijih Timah

15 Comments Add your own

  • 1. irfan Bumi  |  October 16, 2006 at 3:12 am

    Geothermal saat ini tengah menjadi primadona di indonesia, karena memang indonesia terletak pada daerah volkanik

    Reply
  • 2. M Rio Wibowo  |  October 26, 2006 at 2:13 pm

    bagus
    tapi kalo bleh tau referensinya dari mn seh?
    boleh tau ga?

    Reply
  • 3. putra  |  October 26, 2006 at 5:14 pm

    thanks

    referensinya dari kompilasi bahan kuliah and papper
    kalo pengen tau tentang geothermal coba cari aja lewat google.
    Ok.

    Reply
  • 4. aris  |  March 23, 2007 at 5:37 pm

    nambahin:
    Indonesia menyimpan 40 % energi geothermal dunia..kalo secara teori pengeboran geothermal dilakukan di gunung api tipe C, kalo di daerah volcanic recent ya bisa keluar juga gas racun selain yang diterangin mas tadi…geothermal termaksuk renewable energy kalo cycle penginjeksian airnya terkontrol…jadi kenapa ga buat aja semuanya jadi PLTP (panas bumi)
    ttg penginjeksin ke bawah permukaan secara sengaja (aduh g lupa lagi istilahnya apa) masih dalam tahap study di eropah sana…hal ini menjadikan setiap daerah mempunyai geothermal energi asal mempunyai tebal lapisan yang hebat – heat source nya dari thermal gradien…kan makin dalam T dan P nya makin edan.

    Nanya:
    tau gunung sunda purba kan! kira2 gimana potensi geothermal daerah cekungan bdg itu? g lagi2 penelitian dsana, mohon bantuannya!

    Reply
  • 5. juki  |  September 15, 2007 at 2:34 am

    cadangan panasbumi indonesia setara 9 milyar barel minyak mentah kalo dikonversi kelistrik. gimana kalo mulai bangun organisasi geothermal biar bisa tukar pikiran buat ngembangin geothermal indonesia biar gak ikut digogohi orang luar nagari kito….

    Reply
  • 6. Revlin Rivelino  |  September 27, 2007 at 8:53 am

    mau nanya ni..
    biasanya ‘rule of thumb’ dari reservoir dominasi air kan warna airnya yang biru.. ada tanda-tanda lainnya gak? (selain ph yang mendekati ph netral)..
    trus tolong dibahas lagi dung ttg kasus di iceland itu? knp di bor di tempat tersebut? gambling juga? biasanya reservoir2 geothermal bukannya dangkal2 aja ya? (klo dibandingin ma reservoir minyak)..
    trims

    Reply
  • 7. Novi  |  October 10, 2007 at 1:51 am

    Ada penjelasan mengenai explorasi geochemical interpretation dari fluida geothermalnya?

    Reply
  • 8. soekry  |  December 5, 2007 at 7:55 am

    mo nanya
    gimanasih cara mengetahui karakter reservoar geothermal berdasarkan data mineral ubahan di lapangan……?????
    Tank’s sblm nya.

    Reply
  • 9. harris  |  January 11, 2008 at 1:45 am

    Setelah baca tulisan anda ttg geothermal, saya ingin mengajak anda untuk bekerjasama dalam kajian tentang panas bumi di indonesia.
    kontak saya..ya? saya tunggu.
    makasih

    Reply
  • 10. harris  |  January 11, 2008 at 1:46 am

    harrisnda@yahoo.com

    Reply
  • 11. didie  |  January 17, 2008 at 12:39 am

    emang sih berdsrkan penelitian Indonesia memiliki cadangan yg sangat besar, tp masalahnya harga jual listrik di sini sangat murah (5c USD/kwh ?) jd kalo invest gak bakalan balik modal kec pem ngasih kebijakan baik berupa insentif spt pajak & bea masuk or kalo gak ya subsidi..( tp kalo ini kayaknya pem gak punya duit deh).. dg kondisi kayak gini ya udah jadinya mati segen.. idup juga ogah…hehe.. kesian ya..
    any idea

    Reply
  • 12. didie  |  January 17, 2008 at 12:40 am

    flatc@gmx.de

    Reply
  • 13. gabe_army  |  February 22, 2008 at 12:47 pm

    visit us : Geothermal Study Club (GSC) UPN ‘Veteran’ Yogyakarta => dimana anak2 muda belajar & berkreasi untuk kemajuan panasbumi di negara ini….

    Reply
  • 14. zulvan  |  March 20, 2008 at 4:16 pm

    halo brother nya GSC

    saia angkatan 2007 petroleum engginering of UPN Jogjakarta,…..

    saya setuju dengan artikel geothernal dan Forexnya…..

    yang saia tanyakan anda engginer ataukah Trader ataukah reseller…..

    pengatahuan anda sangad luas sekali,…………

    dan saia ingin berbagi informasinya dengan saudara……

    tolong ya buka juga blog saia di http://www.petromines.wordpress.com d

    ok,,…..

    Reply
  • 15. putra pamungkas  |  March 20, 2008 at 6:39 pm

    Terimakasih

    Saya seorang enginer, saya seorang Trader,saya seorang basis dan saya juga seorang IT, bagi saya orang pintar itu tidak terpatok pada salah satu disiplin ilmu saja, melainkan menguasai semua disiplin ilmu, atau paling tidak cukup mengerti saja walaupun tidak menguasai.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 634,875 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers


%d bloggers like this: