Strategi Tepat Berburu Pekerjaan di Internet

December 8, 2006 at 7:05 pm

INTERNET menjanjikan peluang tanpa batas. Termasuk bagi para pencari kerja. Dengan Internet, pencari pekerjaan dan perusahaan bisa lebih mudah dan cepat berkomunikasi tanpa terhalang batas-batas geografis. Namun, potensi besar Internet memiliki pula tantangan besar. ”Persaingan di Internet sangat tinggi. Hanya 3%–5% dari pencari pekerjaan di Internet berhasil memenangi pekerjaan impian. Sebuah perusahaan bisa menerima ribuan e-mail yang merespons lowongan pekerjaan,” ungkap John Sullivan, konsultan sumber daya manusia dan profesor manajemen di San Francisco State University. Semakin banyak e-mail lamaran yang diterima perusahaan, maka perusahaan semakin sulit menyortir lamaran-lamaran yang memenuhi syarat. Karena itu, perusahaan pun tidak lagi memilah lamaran secara manual. Mereka pun menyaring keterampilan pelamar dengan komputer. Agar lamaran mampu memikat perhatian komputer, seorang pencari pekerjaan perlu menyusun resume yang mengandung kata-kata yang dicari sistem komputer penyaring. Dalam sebuah penelitian, Sullivan menuturkan, para peneliti merespons sebuah lowongan dengan 100 resume yang sempurna.

Dari seluruh resume itu, hanya 12% yang dianggap memenuhi kualifikasi oleh sistem penyaring. Artinya, kendati pencari pekerjaan adalah kandidat sempurna, peluang kegagalan pelamar itu adalah 90% jika tidak menuliskan kata-kata seperti yang dicari sistem penyaring. ”Sistem komputer menyaring pelamar berdasarkan keterampilan tertentu yang disyaratkan dalam lowongan. Karena itu, dalam resume pencari kerja harus mencantumkan keterampilan- keterampilan yang dituntut perusahaan,” jelas Matt Millunchick, seorang penasihat perekrutan. Para ahli menilai, resume yang ideal untuk perburuan pekerjaan online adalah resume yang dinamis. Resume konvensional cenderung memiliki struktur linear. Karena itu, orang yang tidak memiliki karier linear tampak kacau dalam resume linear. Pelamar sebaiknya tidak mengikuti struktur linear karena resume linear tidak mampu mengungkap baik pengalaman baru. ”Dunia kerja telah berubah dan pengalaman hidup yang mempengaruhi pekerjaan juga berubah.

Resume harus kaya dengan pencapaian dan pengalaman yang sesuai dengan budaya korporasi,” papar Anne Burdick, desainer informasi dan profesor di Art Center College of Design, Pasadena, California. Burdick mencontohkan, Dana Zemack, seorang event organizer, berhasil memenangi pekerjaan impian dengan meninggalkan resume konvensional yang kaku. Dalam surat lamaran, Zemack menjelaskan bagaimana dia merencanakan sebuah pesta cokelat. Pada halaman pertama surat lamaran, Zemack menjelaskan bagaimana dia mengelola pesta itu sehingga pesta tersebut menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membiayai pesta itu sendiri. Pada halaman kedua, Zemack memaparkan pestapesta menguntungkan apa saja yang dapat dikelolanya. Zemack pun memenangi pekerjaan itu. Jika pelamar merasa tidak mampu menyusun resume yang mampu menembus penyaringan ketat sistem komputer perusahaan besar, maka pelamar harus mempertimbangkan perusahaan- perusahaan lebih kecil.

Karena keterbatasan sumber daya teknologi, perusahaan berskala lebih kecil umumnya masih menyaring surat lamaran secara konvensional. Cara lain untuk berburu pekerjaan adalah dengan bergabung ke dalam kelompok-kelompok profesional, seperti yang ada pada situs MySpace.com. Para anggota kelompok profesional itu tahu di mana lowongan tersedia. Millunchick mengungkapkan, perusahaan banyak mencari tenaga teknis dan pemasaran melalui kelompok-kelompok profesional. Para ahli menilai, banyak perusahaan tidak mengumumkan luas lowongan yang ada. Namun, orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut tahu posisi apa yang sesungguhnya kosong. Di samping itu, perusahaan juga menyukai rekomendasi karena karyawan yang masuk berdasarkan rekomendasi memiliki angka pengunduran diri rendah. Karena itu, pencari pekerjaan harus memperluas jaringan. Para pencari pekerjaan harus aktif berkenalan dan membina hubungan dengan orang-orang yang berpotensi memberikan rekomendasi.

Para ahli menilai, situssitus komunitas seperti Friendster, MySpace, dan Linkedin efektif untuk menjalin komunikasi dengan pemberi rekomendasi. Caranya, pencari kerja harus melakukan pencarian dengan kata kunci perusahaan yang ingin dilamar. Ketika menemukan orang yang bekerja di perusahaan tersebut, pencari kerja hendaknya segera berkenalan, membina persahabatan, dan menggali potensi peluang. Para ahli menilai, sistem pembangunan jaringan online ini lebih cepat daripada sistem offline (jumpa darat). Di samping itu, para ahli mengungkapkan, pencari pekerjaan juga harus lihai melacak pekerjaan impian. Di Internet, pencari pekerjaan bisa memanfaatkan mesin pencari Google untuk melacak alamat e-mail atau nomor telepon perusahaan. Mulailah menjalin hubungan dengan perusahaan impian. (ahmad fauzi)

Entry filed under: Berita. Tags: .

GAS MENYEMBUR LAGI Geologi Daerah Mondokan Sragen


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 634,875 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers


%d bloggers like this: