Geologi Daerah Mondokan Sragen

December 19, 2007 at 12:44 pm

Perkembangan sejarah geologi di daerah penelitian diawali pada Kala Miosen Awal. Hal ini dicirikan dengan adanya satuan konglomerat yang diendapkan pada lingkungan darat. Dari analisis paleontologi dengan tidak didapatkannya fosil penunjuk pada matrik konglomerat (batupasir). Dari analisis petrografi didapatkan fragmen dari konglomerat yang terdiri dari batuan beku basalt dan batuan beku diabas, mencirikan bahwa di daerah penelitian pernah mengalami kegiatan vulkanisme Gunungapi Lawu Tua. Hasil rombakan dari kegiatan Gunungapi Lawu Tua tersebut mengalami transportasi kemudian terendapkan pada lingkungan darat (sungai). Pada Kala Akhir Miosen Awal, yang merupakan fase tektonik I pada daerah penelitian yang ditandai dengan peningkatan kegiatan gerak Lempeng Samudera Hindia-Australia yang mengakibatkan terjadinya pergeseran jalur tumbukan dengan Lempeng Benua Asia ke Selatan. Dengan arah gaya tektonik horisontal daerah penelitian mengalami perlipatan. Pada fase ini menghasilkan 1 buah sesar (sesar naik) dan 1 buah lipatan (antiklin) sebagai akibat gaya tektonik secara horisontal.

Pada Kala Miosen Tengah-Miosen Akhir terjadi percepatan gerak Lempeng Samudera Hindia-Australia yang mengakibatkan terjadinya pergeseran jalur tumbukan dengan Lempeng Benua Asia ke selatan. Jadi sementara tinggian Gunungapi Lawu Tua perombakan dari kerucut-kerucut gunungapinya, di bagian utaranya berlangsung pengendapan pada lingkungan laut (Nertik Atas-Bathyal Tengah) yang dicirikan dengan fosil penunjuk Foraminifera bentosnya, antara lain, Cribrostomoides scitulus, Asterigerina carinata, Bathysipon sp, Cibesides robertsonianus, Siqmoilopsis schlumbergeri, Cibesides wuellerstorfi, Rosalina floridana, Noniolla atlantica, Bolivina plicata, Gyroidina soldanii altiformis, Planulina ariminensis. Endapan klastikanya pada umumnya terdiri dari fragmen-fragmen vulkanik yang besar butirnya terdiri dari tuf halus dijumpai bersama-sama satuan napal dan satuan batupasir gampingan kalkarenit yang terwakili oleh Formasi Kalibeng. Berdasarkan kandungan fosil Foraminifera planktonnya seperti: Sphaerodinella subdehiscens, Globoquadrina altispira, Orbulina universa, Globorotalia tumida, Orbulina bilobata, Globigerinoides immaturus, Globorotalia fohsi, Globorotalia plesiotumida, Orbulina suturalis. Satuan ini berumur Miosen Tengah-Miosen Akhir. Satuan napal dan satuan batugamping pasiran (kalkarenit) ini secara regional mempunyai hubungan selaras menjari (interfinger).

Pada Kala Miosen Akhir (fase tektonik 3), terjadi percepatan gerak Lempeng Samudera Hindia-Australia yang mengakibatkan terjadinya pergeseran jalur tumbukan dengan Lempeng Benua Asia ke selatan. Sehingga menyebabkan terjadinya pengangkatan, perlipatan dan pensesaran pada satuan napal dan satuan batugamping kalkarenit. Pada fase ini menghasilkan 3 buah lipatan dan 1 buah sesar (sesar mendatar).

Pada Kala Miosen Akhir-Pliosen terendapkan satuan batupasir pada lingkungan Neritik Tepi yang ditunjukan oleh fosil penunjuk dan juga adanya struktur silangsiur. Kala Pliosen terjadi gerak Lempeng Samudra Hindia-Australia yang mengakibatkan pergeseran jalur tumbukan dengan Lempeng Benua Asia ke timurlaut. Data penunjuk yaitu pada analisis kekar gerus pada satuan konglomerat, dengan arah gaya utama N285oE. Sedangkan hubungannya dengan batuan di bawahnya dan di atasnya tidak selaras menyudut.

Selanjutnya pada Kala Holosen merupakan fase tektonik 4, terjadi pengangkatan secara regional sebagai akibat dari gerak Lempeng Samudera Hindia – Australia, kemudian terjadi proses erosi dan denudasi yang menghasilkan endapan aluvial yang membentuk morfologi seperti sekarang ini, serta proses pengendapannya masih berlangsung hingga sekarang.
Dari analisis yang dilakukan, dapat penulis simpulkan bahwa bahan galian di daerah penelitian, khususnya batuan beku (fragmen konglomerat) sangat baik digunakan untuk konstruksi bangunan.

Entry filed under: Geologi. Tags: .

Strategi Tepat Berburu Pekerjaan di Internet Hubungan Tingkat Kedewasaan Batupasir Dengan Rekonstruksi Tektonik Sedimentasinya


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 634,404 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers


%d bloggers like this: