CINCIN API

January 16, 2008 at 1:41 pm

Gunung Talang di Sumatera Barat dan empat gunung berapi di Jawa- Anak Krakatau, Tangkuban Perahu, Semeru, dan Merapi-tiba-tiba lebih aktif dari biasanya. Aktifitas itu tak bisa lepas dari keberadaan cincin api.
Cincin api berhubungan dengan palung samudra, jajaran gunung berapi, dan pergerakan lempeng. Di area inilah gempa bumi dan muntahan gunung berapi kerap terjadi
Pergerakan dan tumbukan antarlempeng tektonik kerap terjadi di area cincin api
Sebanyak 81 persen gempa bumi besar terjadi di lintasan cincin api. Dari jumlah itu, 17 persen di antaranya terjadi di ikat pinggang Alpine yang merentang dari Flores, Bali, Jawa, Sumatra, Himalaya, Layt Tengah, lalu keluar ke Samudra Atlantik.
Gempa bumi yang disertai gelombang tsunami pada Desember 2004 di Nias terjadi di wilayah ikat pinggang Alpine Cincin api melintang 40 ribu kilometer.
1 Anak Krakatau
Tinggi: 235 m dpl. Saat normal gempa vulkanik Gunung Krakatau yang tercatat 2-9 kali per hari. Sejak Rabu (13/4) aktivitasnya meningkat rata-rata 32 per hari. Anak Krakatau berasal dari bekas Gunung Krakatau yang meletus hebat pada 1683 dan menewaskan 36 ribu penduduk
Tekanan magma mendorong Anak Krakatau terus tumbuh.
2 Gunung Talang
Hingga kemarin, aktivitas yang terlihat meningkat mulai Ahad lalu belum bisa dikatakan telah menurun. Meski begitu, jika sebelumnya letusan gunung itu memuntahkan material ke ketinggian 500-1500m, sekarang tinggal sekitar 250 m.
3 Gunung Tangkuban Perahu
Tinggi: 2084m dpl. Dalam kondisi normal gempa vulkanik yang tercatat seismograf 2-7 kali per hari. Pada Rabu pukul 00.00-05.48 WIB, seismograf mencatat terjadinya ratusan gempa vulkanik.
4 Gunung Merapi
Tinggi: 2.911 m dpl
Meletus 68 kali sejak 1548
Lokasi: 30 km dari Yogya
Status: Waspada (level 2)
5 Gunung Semeru
Tinggi: 3.676 m dpl
Lokasi: Antara Malang dan Lumajang, Jawa Timur
Meletus 55 kali sejak 1818
Status: Waspada (level 2)
EFEK DOMINO
Syamsul Rizal, Kasubdit Pengawasan Gunung Api Wilayah Timur Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meyakini meningkatnya beberapa status gunung api di wilayah barat Indonesia merupakan efek domino dari gempa yang terjadi di Nias. “Logika yang masuk akal adalah karena efek domino gempa Nias,” kata Syamsul di Bandung
.
Bergeraknya lempeng subduksi yang menyebabkan gempa di Nias dan Mentawai mengakibatkan perubahan tekanan magma
Magma merembes ke dalam kantong-kantong air di bawah permukaan bumi
Akumulasi gas yang tidak stabil itu menekan dinding gunung sehingga dindingnya ikut bergerak dan terekan seismograf. Sebagian besar gempa hanya terasa seismograf karena besarnya kurang dari 2 skala Richter
Tekanan gas di bawah gunung meningkat
Air yang dipanaskan berubah menjadi gas dan terkumpul di dalam bumi. Di beberapa tempat, kantong-kantong gas yang berada di bawah perut gunung itu, dalam hal ini Tangkuban Perahu, berisi gas karbon dioksida (CO2) dan gas belerang (H2S)

Dari: Temporaktif.com

Entry filed under: Volkanologi. Tags: .

Pelagic Zone Download Software Geologi


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 634,875 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers


%d bloggers like this: