Andang Bachtiar : Kunci penyelesaian masalah bencana lumpur Sidoarjo

March 16, 2008 at 3:35 pm

Andang Bachtiar

Judul presentasi tersebut saya bawakan kemarin Kamis 28 Pebruari 2008 di Surabaya dalam kesempatan diskusi sehari yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Jatim yang menampilkan pembicara: Ibu Yuni (Lapindo), Soffian Hadi (BPLS),

Sukendar Asikin (ITB), Koesoemadinata (ITB), Agus Guntoro (Trisakti), Andang Bachtiar (ETTI), Rudi Rubiandini (ITB), Hasanuddin (ITB), Edi Sutriyono (Lapindo), Doddy Nawangsidi (ITB), dan Adriano Mazzi (Norwegia). Ada 2 pembicara lain yang membahas masalah sosial ekonomi, tapi karena sudah jam 5 sore, saya tidak mengikutinya karena harus kejar jadwal pesawat balik ke Jakarta jam 7 malam.

Sengaja saya mempresentasikan kegalauan saya tentang penyelesaian masalah LuSi dengan mengambil sudut yang berbeda dari para “pendekar” geosains dan drilling lainnya daripada sekedar saling unjuk pesona membuat opini memihak pada masing-masing kubu di hadapan sekitar 150 audience yang awam soal G&G&R&E oil&gas, karena saya anggap percuma saja membahas, berdiskusi, dan berdebat dalam forum yang sangat singkat seperti itu untuk menyelesaikan masalah. Yang kita butuhkan bukan show-case di hadapan masyarakat awam seperti itu, tetapi duduk tenang bersama-sama dalam satu forum 3 hari 3 malam, membahas dengan kepala dingin data-data yang ada, interpretasi yang dilakukan, dan sintesis yang ditawarkan. Itulah esensi dari presentasi yang saya. Audience yang terdiri dari masyarakat yang sangat awam GGRE dan sebagian kaum professional migas yang hadir (pada umumnya kawan2 dari group EMP, maupun beberapa pejabat ESDM pusat maupun daerah, tapi tidak ada satupun dari BPMigas) pada umumnya setuju dengan apa yang saya sarankan. Tidak mungkin kita menyelesaikan masalah saintifik hanya dengan presentasi masing2 1/2 jam dan tanya jawab 10-15 menit. Beberapa cuplikan ringkasan dari presentasi saya, masih senada dengan tema yang selalu saya suarakan setahun terakhir ini soal LuSi (yang senada juga dengan teriakan kawan muda brilliant kita Firman GEA dan juga ungkapan2 RDP yang sangat bijak) sbb:

Latar belakang:

– Pro dan kontra tentang pemicu bencana sampai sekarang tak kunjung terselesaikan
– Cara penanggulangan sedikit banyak ditentukan oleh pengetahuan tentang pemicunya
– Solusi engineering mutlak memerlukan interpretasi geologi-geofisik permukaan dan bawah permukaan (dalam dan dangkal)
– Sifat data geologi-geofisika yang multi interpretasi
– Data terkait operasi migas dianggap data rahasia
– Eskalasi politis bencana membuat sekat-sekat psikologis diantara sesama geosaintis maupun engineer
– Belum pernah dilakukan temu kerja / kupas tuntas saintifik – engineering yang komprehensif, bukan sekedar show case “information-opinion session”

Data: Bukan interpretasi atau opini

– Rekaman-rekaman seismik, gravity, dan magnetik sebelum kejadian semburan 29 Mei 2006
– Mudlog, wire-line log, dan hasil-hasil uji formasi sumur-sumur di sekitar daerah bencana (termasuk sumur-sumur eksplorasi Yodium dan eksplorasi air tanah)
– Deskripsi / pemerian batuan dan struktur geologi permukaan di sekitar Surabaya, Sidoardjo, Mojokerto
– Rekaman-rekaman (micro) – seismic, (micro) – gravity, geolistrik, magnetik (VLF) dalam 2 tahun terakhir pasca kejadian semburan
– Data monitoring GPS berkala paska semburan
– Data kimia-fisika air, lumpur, gas berkala paska semburan
– Data mudlog dan kromatografi sumur relief
– Data yang diakuisisi oleh tim Bola Beton
– Data yang diakuisisi oleh Badan Geologi ESDM
– Geolograph dan real-time chart sumur Banjar Panji-1
– Dan berbagai data G&G&E lainnya yang dianggap perlu

Manajemen riset:

  • – Melibatkan semua ahli G&G&E yang mau terlibat termasuk dari LN
  • – Screening alamiah voluntarism – operation cost dicarikan sponsornya tapi MAN-HOUR tidak dibayar
  • – Mekanisme data terbuka lewat web
  • – Ditambahi dengan 2 s/d 3 kali pertemuan intensif tertutup, minimum 2 hari sekali pertemuan dg MEMBAWA SEMUA DATA DASAR dan ANALISIS/INTERPRETASI-nya
  • – Fase pertama 2 bulan, diikuti implementasi AKUISISI data tambahan 3 bulan
  • – Mekanisme yang sama diulangi untuk 2 bulan berikutnya paska akuisisi data tambahan
  • – Forum riset akan menghasilkan gambaran mutakhir bawah permukaan dan permukaan daerah semburan yang bersifat MULTI-INTERPRETASI
  • – Pembuatan ranking alternatif interpretasi berdasarkan signifikansi implikasi bahayanya (bencana lebih lanjut) dan biaya engineering solutionnya
  • – Engineering solution secara bertahap
  • – Total waktu yang dibutuhkan sebelum implementasi engineering solution 7 bulan

Data rahasia vs data publik:

– Karena data-data “migas” yang terkait dengan kondisi geologi-geofisik-engineering dari semburan lumpur sangat dibutuhkan untuk kepentingan kemanusiaan yang lebih luas, maka seharusnya “otoritas data” tergugah untuk membuat data data itu menjadi DATA PUBLIK sehingga masalah bencana ini dapat segera diselesaikan

Contoh penyelenggaraan forum tertutup saintis-periset-praktisi multi-kubu:

  • – 17 Juni 2006, ketika sudah 19 hari lumpur menyembul, di Shangrilla Surabaya, 18 orang
  • – 23 Juni 2006 di ITS 35 orang
  • – 30 Juni 2006 di Shangrilla 30 orang.
  • – 18 juli 2006 di Sommerset 35 orang
  • – 29 Juli 2006 di Unpad 30 orang
  • – 1 September 2006 di Sheraton Bandung 45 orang
  • – 27 Januari 2007 di Graha Pena Surabaya 37 orang

Salam

Andang Bachtiar

Sumber : Rovicky

Entry filed under: Berita. Tags: .

Gempa 5,1 SR Guncang Ternate Nikel Laterit itu makanan apaan sihh?


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 634,875 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers


%d bloggers like this: