Panci Almunium Ternyata dari Bauksit

April 27, 2008 at 9:40 pm 2 comments

Dulu waktu masih kecil sempat bingung, dari apa sih panci almunium yang biasanya buat memasak itu dibuat? jawaban itu baru saya dapat waktu semester 3 dulu pada saat mengikuti kuliah Bahan Galian Mineral Industri (BGI) pada kuliah tersebut dijelaskan Bauksit (Al2O3) adalah salah satu bijih aluminium, dengan komponen utama alumina, silika, besi dan titan.

kata lain Bauksit merupakan kelompok mineral aluminium hidroksida (seperti gibsit-Al2O33H2O; boehmit-Al2O3H2O; diaspor Al2O3H2O.), yang dalam keadaan murni berwarna putih atau kekuningan. Bahan galian yang ditambang dengan menggunakan shovel ini, pabila dicampur dengan bahan mineral lain, semisal chrome, baja, atau nikel, menghasilkan aluminium yang sangat bagus (Alloy). Aluminium ini tahan panas, kuat namun lentur dan mudah dibentuk. Untuk, onderdil otomotif, perkapalan dan industri pesawat terbang, menggunakan bauksit secara massif.

Bauksit yang terkandung di bumi nusantara, jenis mineralnya adalah gibsit, dengan kadar utama alumina, kuarsa, dan silika aktif. Biji bauksit laterit terjadi di daerah tropis dan sub tropis serta membentuk perbukitan landai, yang memungkinkan terjadinya pelapuk yang cukup kuat. Bauksit terbentuk dari batuan yang mmepunyai kadar aluminium tinggi, kadar Fe rendah dan sedikit kadar kuarsa bebas.

Batuan yang memenuhi persyaratan itu antara lain nepelin syenit dan sejenisnya yang berasal dari batuan beku, batuan lempung/ serpih. Batuan itu akan mengalami proses laterisasi (proses pertukaran suhu secara terus menerus sehingga batuan mengalami pelapukan). Di Indonesia, bauksit tersebar di Pulau Bintan, Bangka dan Kalimantan Barat. Sampai saat ini, penambangan bauksit di Pulau Bintan adalah satu-satunya yang terdapat di Indonesia. Padahal, bauksit juga ditemukan di Kota Pinang (Sumatera Utara), Pulau Bulan dan Bintan (Riau), serta di Kalimantan Barat.

Untuk menggali bauksit, dilakukan dengan metode land clearing (mengupas pohon dan semak di permukaan tanah, atau pengupasan tanah penutup). Alat-alat berat macam buldozer, biasa dipakai untuk melakukan pengupasan tersebut. Sementara lapisan bijih bauksit digali dengan shovel, diangkut dengan dump truck untuk dimasukan ke dalam instalasi pencucian. Setelah dicuci (desliming) yang berfungsi memisahkan bijih bauksit dari unsur lain seperti pasir atau lempung kotor, maka dilakukan proses penyaringan (screening).

Bersamaan dengan itu dilakukan pemecahan (size reduction) dari butiran-butiran yang berukuran lebih dari 3 inchi dengan jaw cruscher. Setelahnya, barulah memasukai tahap pengolahan dengan proses bayer (teknik pemurnian bauksit). Berapa angka produksi bauksit yang ditambang dari perut bumi? Cukup banyak, tentu saja. Hal itu guna memenuhi pasokan kebutuhan berbagai industri yang menggunakan bauksit. Volume yang cukup besar itu juga demi melayani permintaan ekspor dari negara lain, seperti Jepang, India, dan beberapa negara di Eropa.

.

.

.

.

Sumber : minergynews.com/ngovoice/ggapril2001.shtml

Entry filed under: Berita, Geologi, Pertambangan. Tags: .

Semburan Lumpur Muaraenim Akan Dihentikan Kotoran Pun Mahal Harganya

2 Comments Add your own

  • 1. alex yohanes siswanto  |  March 16, 2011 at 5:08 am

    Dari tepung bauksit pink dielektrolisis jadilah aluminium cor yang getas.
    Dari tepung alumina dielektrolisis jadilah aluminium murni yang elastis.
    Saya punya prototypenya untuk dapur listriknya.

    Reply
  • 2. beresman sitinjak  |  April 13, 2015 at 10:32 am

    malam pak,, saya mau bertanya sedikit saja,, bagaimana cara merubah bentuk nikel cair jadi bentuk padat??. di perusahaan saya limbah nikel sangat banyak,, tetapi sebenarnya itu bukan limbah karena masih bisa dipakai hanya coating atau pelapisannya jadi sangat lama sehingga kurang efisien untuk produksi,, saya melihat ini potensi. yang ingin saya tanyakan,, bagaimana merubah semua larutan cair ini secara cepat agar berubah jadi padat. terima kasih. beresmansitinjak12@yahoo.com

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 634,875 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers


%d bloggers like this: