Yakin, Indonesia Mau Keluar Dari OPEC ???

May 8, 2008 at 9:49 am 2 comments

https://i0.wp.com/www.tehrantimes.com/News/10172/03_OPEC.jpg
Tentunya kita semua sudah pada tau apa itu OPEC ???,OPEC merupakan sebuah organisasi bergengsi dimana OPEC mampu mengendalikan harga minyak dengan kuotanya, namun saat ini OPEC sepertinya tidak banyak mempengaruhi harga minyak. Juga ketika Indonesia sudah menjadi net importir Indonesia masih tercatat sebagai anggota OPEC. Tetapi menjadi net exportir bukanlah syarat keanggotaan OPEC. Jadi sepertinya asalkan anggotanya masih mengeksport minyak maka bisa menjadi anggota. Indonesia saat inipun sebenarnya juga masih mengeksport minyak namun juga mengimpor minyak, baik dalam bentuk minyak mentah maupun BBM (refined).

Posisi sulit

Indonesia saat ini memang sedang kesulitan berat dalam pengelolaan sumberdaya energi. Saat ini kebutuhan energi didalam negeri hampir 40% masih didominasi oleh minyak bumi. Sedangkan sisa lainnya dipenuhi dari batubara (yang mulai meningkat sejak 1980an), Gas lebih banyak dijual karena biasanya gas itu dijual dengan sistem kontrak. Karena sistem kontrak ini, maka harga gas tidak bisa serta-merta naik seperti harga minyak.

harga minyak yang saat ini disekitar 120USD/barrel sakjane sudah tidak realis. Karena harga minyak saat inipun sudah menggunakan “future trading” atau sistem ngijon. Membeli untuk kebutuhan tigabulan mendatang. Dan karena “ketakutan” tidak mendapat jatah di masa mendatang inilah yang menyebabkan harga minyak menanjak. Demikian juga dengan batubara yang ikutan melonjak. Tapi lagi-lagi gas yang menjadi andalan eksport Indonesia tidak bisa menolong kenaikan harga energi ini.

Perkembangan harga minyak bulan ini Fluktuasi harga minyak saat ini banyak yang menduga akibat beberapa faktor antara ain supply minyak yang terganggu akibat produksi Shell di Nigeria, nilai US dollar yang melemah, serta kebutuhan (demand) dimasa mendatang yang tidak pasti atau keraguan mendapatkan pasokan energi primer.
Indonesia yang menderita

Indonesia itu menjadi net importir minyak sejak 2004. Jadi sejak 2004 Indonesia secara riil selalu nombokin belanja minyak di dalam negeri. Produksi Indonesia hanya sekitar 800 000 barrel sehari, sedangkan kebutuhannya diatas 900 000 barrel sehari.

Nah apakah saat ini memang sudah tepat kalau Indonesia keluar dari OPEC? OPEC sendiri tidak meminta Indonesia keluar, karena dalam banyak hal wakil Indonesia di OPEC sejak dulu selalu mendapat peran yang penting (terutama Subroto). Jadi keanggotaan Indonesia di OPEC sangat dinanti-nanti. Hal ini disebabkan Indonesia termasuk negara yang “berpengalaman” dalam mengelola perminyakan. Lah wong sejak akhir 1890 sudah mulai memproduksi minyak kok. Sedangkan saudi ini baru sekitar tahun 1930-1940-an, kalau ga salah. Indonesia memang berpengalaman dalam mengelola tetapi bukan ahli memanfaatkan sumber energi ini untuk kebutuhan dalam negeri, sehingga Indonesia saat ini malah sudah “terlanjur” manja BBM. Dan belum bersiap-siap bergeser ke sumber energi lain. Lah mau ngganti Geothermal saja terganjal adat di Bali, mau bikin PLTN malah difatwa sama ulama lokal.

Kalau melihat gelagatnya harga minyak ga bakalan kurang dari 100$/bbl. Jadi fluktuasinya akan berkisar diatas 100. Bahkan ada yang menduga pada dua tahun kedepan akan berkisar 150, bahkan bisa-bisa mencapai 200$/bbl.
Finansial atau kebanggan sebagai bangsa

Keluar dari OPEC secara finansial mungkin menguntungkan karena tidak harus membayar iuran keanggotaan sebesar 2 Juta Dollar setahun. Tetapi harus diingat bahwa ada policy atau kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. yang artinya kalau Indonesia ini mau aktif dalam politik dunia, ya mesti ikutan lah. Termasuk dulu aktif dalam kegiatan PBB, Nonblok, Asean, G-15 dan organisasi lainnya.

Tidak hanya kebanggaan saja, mungkin dengan sesama anggota OPEC Indonesia mampu mengundang negara-negara anggota lainnya itu untuk menjadi investor, atau bahkan bersedia menjual minyaknya dibawah harga normal. Tentusaja ini sangat dipengaruhi oleh siapa yang menjadi wakil Indonesia di OPEC yang mampu melakukan loby-loby canggihnya.

From: rovicky

Entry filed under: Diskusi. Tags: .

Mosok BBM Mau Naik Lagi Pemerintah Mulai Mengembangkan CBM

2 Comments Add your own

  • 1. hermanussugianto  |  May 15, 2008 at 11:06 am

    Kalau saya sih mikirnya lebih baik Indonesia keluar dari OPEC toh untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja kita tak mampu, nah apalagi harus bayar iuran tahunan, lebih baik iurannya untuk WONG CILIK, Gimana???

    Reply
  • 2. alfaroby  |  May 30, 2008 at 3:24 am

    benr tiuh kata komen di atas… mending keluar aja…. sapatahu dengan keluar Indonesia bisa lebih bangkit dan lebih maju lagi

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 634,875 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers


%d bloggers like this: