Perburuan Inti di Kedalaman Bulan

February 7, 2011 at 10:08 am Leave a comment

Inti bulan berisi sebagian kecil unsur-unsur ringan seperti belerang, mirip dengan unsur-unsur ringan di dalam inti Bumi – belerang, oksigen dan lain-lain.

Bulan, tetangga terdekat Bumi, telah lama dipelajari untuk membantu kita lebih memahami planet kita sendiri. Yang menarik adalah interior lunar, yang mungkin menyimpan petunjuk tentang asal-usulnya. Dalam upaya mengekstrak informasi pada interior di kedalaman Bulan, tim peneliti yang dipimpin NASA menerapkan teknologi baru pada data lama. Data seismik Apollo menganalisa ulang dengan menggunakan metodologi modern dan mendeteksi apa yang telah diprediksi oleh banyak ilmuwan: Bulan memiliki sebuah inti.

Berdasarkan temuan tim riset, yang dipublikasikan pada tanggal 6 Januari dalam edisi online Science, Bulan memiliki inti kaya besi dengan sebuah bola padat dalam radius hampir 150 mil, dan cangkang cairan bagian luar setebal 55 mil.

“Interior terdalam Bulan, apakah memiliki inti atau tidak, telah menjadi titik buta bagi para ahli seismolog,” kata Ed Garnero, seorang profesor di Fakultas Eksplorasi Bumi dan Antariksa di College of Liberal Arts and Sciences ASU. “Data seismik dari misi Apollo tua terlalu buram untuk mencitrakan Bulan dengan keyakinan apapun. Jenis informasi lain menduga adanya inti bulan, namun rincian tentang ukuran dan komposisinya tidak terinci secara baik.”

Pei-ying (Patty) Lin, calon doktoral di Fakultas Eksplorasi Bumi dan Antariksa ASU, tengah memegang sepotong meteorit bulan, 5000 Afrika Barat Laut, yang merupakan koleksi dari Pusat Studi Meteor ASU. Lin beserta penasehatnya, Prof. Ed Garnero, menggunakan seismologi untuk studi wilayah interior Bumi, sebuah tehnik yang kini mereka terapkan pada Bulan untuk mempelajari lebih banyak lagi tentang satelit Bumi alami tersebut. (Foto: Tom Story/ASU)

Seismograf sensitif yang tersebar di seluruh bumi memungkinkan interior planet kita bisa dipelajari. Setelah terjadi gempa bumi, instrumen-instrumen ini merekam gelombang yang menjalar melalui bagian dalam planet, yang membantu untuk menentukan struktur dan komposisi lapisan bumi. Sama halnya seperti para ahli geologi meneliti gempa bumi untuk mempelajari struktur bumi, gelombang seismik dari “gempa bulan” (peristiwa gempa di Bulan) dapat dianalisa untuk menyelidiki interior lunar.

Ketika Garnero beserta mahasiswi pascasarjana, Peiying (Patty) Lin, mendengar tentang adanya riset yang dilakukan untuk mencari inti Bulan, dengan penulis utamanya adalah Renee Weber dari Marshall Space Flight Center NASA, mereka berpendapat bahwa pengolahan larik mungkin merupakan pendekatan yang efektif, metode di mana rekaman seismik ditambahkan secara bersamaan dengan cara yang khusus dan mempelajari penyelenggaraannya. Beberapa rekaman yang diproses secara bersamaan memungkinkan peneliti mengekstrak sinyal yang sangat samar. Kedalaman lapisan yang merefleksikan energi seismik dapat diidentifikasi, akhirnya menandai komposisi dan keadaan materi pada kedalaman yang bervariasi.

“Metode pengolahan larik bisa meningkatkan sinyal seismik samar yang sulit dideteksi dengan menambahkan seismogram secara bersamaan. Jika energi gelombang seismik turun dan memantulkan beberapa kedalaman antarmuka pada kedalaman tertentu, seperti batas antara inti dan mantel Bulan, maka sinyal “echo” pastinya akan muncul pada semua rekaman, bahkan jika berada di bawah tingkat kebisingan latar belakang.  Namun ketika kami menambahkan sinyal secara bersamaan, amplitudo refleksi inti tersebut menjadi terlihat, yang memungkinkan kami bisa memetakan kedalaman Bulan,” jelas Lin, yang juga merupakan salah seorang penulis studi.

Tim riset menemukan bahwa bagian terdalam Bulan memiliki cukup kesamaan struktural dengan Bumi. Hasil studi mereka menunjukkan bahwa inti bulan berisi sebagian kecil unsur-unsur ringan seperti belerang, mirip dengan unsur-unsur ringan di dalam inti Bumi – belerang, oksigen dan lain-lain.

“Ada banyak hal menarik yang terjadi dengan Bulan, seperti misi LRO Profesor Mark Robinson yang memproduksi foto fenomena beresolusi tinggi yang menakjubkan. Namun, seperti halnya dengan bumi, ada banyak yang tidak kita ketahui tentang interior lunar, dan informasi itu merupakan kunci untuk menguraikan asal-usul dan evolusi Bulan, termasuk Bumi sangat awal,” jelas Garnero.

Sumber artikel: The hunt for the lunar core (asunews.asu.edu)

Kredit: Arizona State University

Informasi lebih lanjut: Renee C. Weber, Pei-Ying Lin, Edward J. Garnero, Quentin Williams, Philippe Lognonne. Seismic Detection of the Lunar Core. Science, 6 January 2011 DOI: 10.1126/science.1199375

Entry filed under: Berita. Tags: .

Permintaan Domestik Dongkrak Harga Batubara Di 2011 Makna dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 634,875 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers


%d bloggers like this: