Energi Baru dari Limbah Sawit

January 31, 2012 at 4:51 pm 1 comment

Naiknya harga gas Elpiji (LPG) membuat kita tersadar bahwa bahan bakar yang ditambang dari perut bumi lambat-laun akan habis. Ketersediaan bahan bakar gas Elpiji akan semakin menipis dan harganya pun akan semakin membumbung tinggi. Sudah saatnya kita beralih ke sumber energi yang dapat diperbaharui. Salah satunya energi terbarukan dari limbah pabrik kelapa sawit.

Energi dari bahan tambang seperti minyak bumi dan gas bumi diperkirakan akan habis dalam waktu yang relatif singkat. Mau tidak mau Indonesia harus segera mencari sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable energi) untuk memenuhi kebutuhan energi di masa depan. Salah satu sumber energi terbarukan yang belum banyak dimanfaatkan adalah energi dari biomassa.

Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi telah menghitung potensi energi dari biomassa yang besarnya mencapai 50.000 MW, namun yang sudah dimanfaatkan hanya sebesar 302 MW. Salah satu biomassa yang jumlahnya sangat besar dan belum banyak dimanfaatkan adalah limbah pabrik kelapa sawit (PKS) yang jumlahnya mencapai ribuan ton.

Limbah pabrik kelapa sawit sangat melimpah. Saat ini diperkirakan jumlah limbah pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia mencapai 28,7 juta ton limbah cair/tahun dan 15,2 juta ton limbah padat (TKKS)/tahun. Dari limbah tersebut dapat dihasilkan kurang lebih 90 juta m3 biogas. Jumlah ini setara dengan 187,5 milyar ton gas Elpiji. Jumlah biogas ini cukup untuk memenuhi kebutuhan gas satu milyar KK (kepala keluarga) selama satu tahun.

Entry filed under: Berita. Tags: .

CCTV Malioboro Yogyakarta Tenang Sebelum Gelombang

1 Comment Add your own

  • 1. Citra Taslim  |  January 31, 2012 at 5:31 pm

    sebenarnya untuk energi alternatif di indonesia bayak jenisnya, mulai dari biomassa, biogas, biodiesel. sedangkan energi dari alam yang belum termanfaatkan secara optimal geothermal yg sebenarny prospeknya bagus, bisa menghasilkan energi yang besar sekaligus ramah lingkungan dibandingkan nuklir. tapi pemerintah seakan setengah2 dalam pengelolaan energi.
    contoh : biodisesel, dulu saat awal digaungkan sejak 2007 program ini disambut dengan begitu antusias, sampai dilakukan penanaman jutaan bibit lewat PTPN tapi kini pohon jarak pagar yg ditanam oleh pemerintah tinggal kenangan & cerita. karena jenis jarak pagar yang ditanam tdk sesuai dengan jenis yang sesuai dengan spesifikasi yang bisa menghasilkan biodisel yang sesua dengan standar ASME.
    mungkin pengelolaan energi alternatif menunggu kemandirian rakyat indonesia sendiri utk mulai mengolah dan mengelolanya secara terpadu.
    thank’s for share this article.🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 634,404 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers


%d bloggers like this: