Posts filed under ‘Panas Bumi’

sumber potensi energi geothermal

Untuk mengatasi krisis pelistrikan Indonesia yang sedang berlangsung, Kebijakan-kebijakan pemerintah dibuat untuk memastikan kelangsungan pasokan energi yang mendukung kebutuhan energi nasional. EKONID (German-Indonesian Chamber of Commerce and Industry) dan DENA (German Energy Agency) menyelenggarakan suatu  simposium energi geothermal di Jakarta.

misi dimaksudkan pada kepastian pasokan energi, meningkatkan nilai tambah dari sumber-sumber energi, mengendalikan energi yang secara etis menjaga kelangsungan kelestarian lingkungan hidup, menyediakan energi yang dapat disediakan bagi golongan miskin, dan membangun kemampuan nasional, Kebijakan Energi National dimaksudkan untuk meningkatkan peran dari bisnis energi, mencapai rasio kelistrikan 90% pada tahun 2020, mewujudkan fasilitas-fasilitas infrastruktur energi, meningkatkan kemitraan strategis, mengurangi intensitas energi dengan 1% per tahun, dan meningkatkan kandungan-kandungan lokal. (more…)

Advertisements

October 23, 2008 at 9:14 pm Leave a comment

Geothermal?

Geothermal energi merupakan panas dari bawah permukaan bumi dimana temperaturnya sangat besar (bisa mencapai 700 F). Panas ini dibawa kepermukaan sebagai Steam (uap) atau air yang panas – yang terbentuk ketika air mengalir melewati batuan yang permeable dan panas (biasanya batuan beku dengan permeabilitas sekundernya (fracture, joint, fault, dsb).

Sebagai tambahan, teknologi di geothermal sangat ketinggalan dibanding di dunia minyak. Amoseas baru mulai mengadopsi metode Fractured Reservoir yang telah lama diterapkan di dunia minyak. Amoseas termasuk Geothermal company terdepan dalam teknologi dan produksi geothermal di Indonesia). Untuk skala besar dan yang efesien, panas bumi ini akan dikonversi menjadi listrik (panas dialirkan ke turbin yang akan menghasilkan energi listrik).

The Geothermal energy Resource – Walau ada beberapa tipe geothermal resources yang sedang dikembangkan, ada dua resource yang dapat digunakan secara komersil: Hydrothermal Fluid dan Earth Energy.

Hydrothermal fluid resources digunakan untuk pembangkit listrik. Resources ini berupa reservoir steam atau hot water yang terbentuk karena air yang meresap ke dalam bumi (recharge), terkumpul, dan mengalami pemanasan oleh hot rock yang porous atau fractured. Perlu diketahui di Amoseas tidak diketahui peranan recharge water; kemungkinan airnya merupakan air formasi yang terperangkap setelah proses hydrothermal (termasuk alterasi dan mineralisasi).

Earth energy merupakan energi panas yang terdapat pada tanah dan batuan pada kedalaman yang dangkal. Terbagi menjadi resource yang low dan moderate temperature, dan digunakan untuk direct uses (suhu rendah untuk pemanasan ruangan, gedung, proses2 industri, rumah kaca, perikanan dan resort. Belum banyak diterapkan di Indonesia).

Heat sources untuk geothermal energy ialah:
– Conductive Heat dari mantle
– Panas yang dihasilkan oleh kerak bumi akibat radiasi isotop U, TH dan K.
– Shallow Magma bodies yang bertindak sebagai local heat source

Area-area yang potensial untuk eksplorasi geothermal:
– Aktivitas vulkanik recent
– Frequent seismic activity
– High level of conductive heat flow
– hot spring, geyser dan fumarol.

Sama seprti di dunia minyak, syarat2 untuk keberadaan lapangan hydrothermal:
– Heat source – adanya magmatic, yang menghasilkan geothermal gradient yang tinggi
– BedrocK layer – sangat atau kurang permeable
– Reservoir – permeable, fractured, melingkupi area yang luas
– Recharge water
– Caprock – impermeable seal atau thermal insulator.

Sebagai tambahan, di Amoseas menurut model geologi sekarang (sekarang sedang dalam revisi pemodelan dengan menggunakan teknologi2 baru); sumber panas diakibatkan oleh peranan shallow magma bodies berupa intrusi batuan beku andesite – microdiorite (sedangkan sumber magmanya diperkirakan jauh di kedalaman lebih kurang 4 km), yang lalu memanaskan air yang ada (biasanya berupa recharge water, namun di Darajat, Amoseas diperkirakan berupa air formasi, karena tidak diketahui keberadaan sumbernya; sedangkan recharge water tidak sampai penetrate ke dalam, karena adanya caprock berupa layer alterasi clay yg tebal di atas reservoir. Panas yang dihasilkan kemudian mencari zona lemah (mengalir melewati permeability bisa berupa fracture: joint, fault atau vein yang mengisi fracture yang kemudian re-open).

Drilling kemudian dilakukan atas petunjuk geologist tentang dimana zona yg prospek berdasarkan riset yang mendalam (perlu diketahui tidak semua geothermal company yang melakukan prosedur ini, karena keterbatasan dana atau pun belum terbiasa berpola fikir seperti ini. Ada yg ‘gambling’ melakukan pengeboran di daerah yg diperkirakan prospek tanpa data2 pendukung yg kuat.). Di Amoseas, data2 pendukung ini berupa data: geologi permukaan, geologi bawah permukaan, geochemistry (baik geochemistry permukaan (water) dan adanya kenampakan fumarol, mudspot atau geyser dan dibawah permukaan (inklusi fluida dari mineral2 penciri dan geochemistrynya untuk mengetahui temperature pembentukan mineral tsb, studi alterasi dan mineralisasi, bahkan porosity, geophysics untuk mengetahui resestivitynya termasuk Magneto Telluric (MT), FMS (Formation Micro Scanner) untuk mendeteksi keberadaan fracture dan fault sebagai medianya, MEQ (Micro Earth quake) untuk mengetahui aktivitas seismik yang diartikan sebagai zona2 aktif (sesarnya) dan program aplikasi dari dunia minyak (Chevron Texaco) berupa NFR (Naturally Fractured Reservoir) untuk lebih mengetahui distribusi panasnya dan untuk memperbaharui model geologi yg sudah ada.

Memang, Indonesia sangat kaya akan sumber energi panas bumi ini, karena terletak pada zona subduksi yang menghasilkan volcanic arc (sepanjang sumatra, Jawa hingga NTT?, Lahendong di Sulawesi, dsb). Namun, yang potensial untuk geothermal bukanlah volcanic recent yang masih aktif, namun kebanyakannya adalah paleovolcanic (gunung api purba) yang masih terdapat heat sourcenya. Sama halnya jika kita mencari keberadaan emas..Untuk tectonic setting lainnya saya kurang mengerti (daerah MOR?). Sepertinya Iceland yg tectonic settingnya Spreading areajuga punya Geothermal. Beberapa daerah dengan tectonic setting seperti di Iceland dan Hawaii? juga memiliki geothermal resource..Mungkin alasannya karena drilling di daerah volcanic aktif sangat berisiko (sangat korosif dan asam) dan tidak efisen dan tidak sesuai dengan geothermal yg diinginkan..Kasus pengeboran di Iceland malah berujung ke hazard, karena yg keluar malah lava..Kemungkinan kedepan juga bisa saja diterapkan teknologi dengan menginjeksikan water ke zona2 di bawah permukaan bumi yg memiliki heat source atau menerapkan metoda Fractured Reservoir dengan hydraulic fracturing seperti yg telah dicoba di dunia perminyakan.

Masaalah kenapa energi ini kemudian tidak semaju di industri minyak karena beberapa alasan: – teknologi dan penelitian di bidang ini belum semaju di dunia minyak..kemudian masaalah regulasi tentang energi (kelistrikan)..Kenapa tidak dibawah BP Migas? dan lebih karena masaalah regulasi lainnya (dengan PLN sebagai single buyer dan PERTAMINA)..Dengan lepasnya hak istimewa PERTAMINA dalam penguasaan dan pengolahan geothermal, mudah2an investasi semakin banyak masuk..

October 5, 2006 at 5:21 am 15 comments


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 677,363 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 9 other followers