Posts filed under ‘Volkanologi’

Semburan Lumpur Muaraenim Akan Dihentikan

Semburan lumpur dingin yang terjadi di sumur tua Merbau 01, menyembur hingga mencapa ketinggian 3 meter namun setelah 7 hari ini semburan rata-rata hanya sekitar 1.5 meter dan lumpur yang keluar sekitar 4.200 meter kubik, hari ini rencana untuk melakukan injeksi lubang sumur selebar dua meter dan sedalam 400 meter akan dilaksanakan Pertamina EP Region Sumatatra Field, dengan adanya semburan lumpur ini sempat membuat (more…)

April 27, 2008 at 9:11 pm

CINCIN API

Gunung Talang di Sumatera Barat dan empat gunung berapi di Jawa- Anak Krakatau, Tangkuban Perahu, Semeru, dan Merapi-tiba-tiba lebih aktif dari biasanya. Aktifitas itu tak bisa lepas dari keberadaan cincin api.
Cincin api berhubungan dengan palung samudra, jajaran gunung berapi, dan pergerakan lempeng. Di area inilah gempa bumi dan muntahan gunung berapi kerap terjadi
Pergerakan dan tumbukan antarlempeng tektonik kerap terjadi di area cincin api
Sebanyak 81 persen gempa bumi besar terjadi di lintasan cincin api. Dari jumlah itu, 17 persen di antaranya terjadi di ikat pinggang Alpine yang merentang dari Flores, Bali, Jawa, Sumatra, Himalaya, Layt Tengah, lalu keluar ke Samudra Atlantik.
Gempa bumi yang disertai gelombang tsunami pada Desember 2004 di Nias terjadi di wilayah ikat pinggang Alpine Cincin api melintang 40 ribu kilometer.
1 Anak Krakatau
Tinggi: 235 m dpl. Saat normal gempa vulkanik Gunung Krakatau yang tercatat 2-9 kali per hari. Sejak Rabu (13/4) aktivitasnya meningkat rata-rata 32 per hari. Anak Krakatau berasal dari bekas Gunung Krakatau yang meletus hebat pada 1683 dan menewaskan 36 ribu penduduk
Tekanan magma mendorong Anak Krakatau terus tumbuh.
2 Gunung Talang
Hingga kemarin, aktivitas yang terlihat meningkat mulai Ahad lalu belum bisa dikatakan telah menurun. Meski begitu, jika sebelumnya letusan gunung itu memuntahkan material ke ketinggian 500-1500m, sekarang tinggal sekitar 250 m.
3 Gunung Tangkuban Perahu
Tinggi: 2084m dpl. Dalam kondisi normal gempa vulkanik yang tercatat seismograf 2-7 kali per hari. Pada Rabu pukul 00.00-05.48 WIB, seismograf mencatat terjadinya ratusan gempa vulkanik.
4 Gunung Merapi
Tinggi: 2.911 m dpl
Meletus 68 kali sejak 1548
Lokasi: 30 km dari Yogya
Status: Waspada (level 2)
5 Gunung Semeru
Tinggi: 3.676 m dpl
Lokasi: Antara Malang dan Lumajang, Jawa Timur
Meletus 55 kali sejak 1818
Status: Waspada (level 2)
EFEK DOMINO
Syamsul Rizal, Kasubdit Pengawasan Gunung Api Wilayah Timur Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meyakini meningkatnya beberapa status gunung api di wilayah barat Indonesia merupakan efek domino dari gempa yang terjadi di Nias. “Logika yang masuk akal adalah karena efek domino gempa Nias,” kata Syamsul di Bandung
.
Bergeraknya lempeng subduksi yang menyebabkan gempa di Nias dan Mentawai mengakibatkan perubahan tekanan magma
Magma merembes ke dalam kantong-kantong air di bawah permukaan bumi
Akumulasi gas yang tidak stabil itu menekan dinding gunung sehingga dindingnya ikut bergerak dan terekan seismograf. Sebagian besar gempa hanya terasa seismograf karena besarnya kurang dari 2 skala Richter
Tekanan gas di bawah gunung meningkat
Air yang dipanaskan berubah menjadi gas dan terkumpul di dalam bumi. Di beberapa tempat, kantong-kantong gas yang berada di bawah perut gunung itu, dalam hal ini Tangkuban Perahu, berisi gas karbon dioksida (CO2) dan gas belerang (H2S)

Dari: Temporaktif.com

January 16, 2008 at 1:41 pm

Pola Umum Curah Hujan di Indonesia

Pola umum curah hujan di Indonesia antara lain dipengaruhi oleh letak geografis. Secara rinci pola umum hujan di Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Pantai sebelah barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak daripada pantai sebelah timur.

  2. Curah hujan di Indonesia bagian barat lebih besar daripada Indonesia bagian timur. Sebagai contoh, deretan pulau-pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT yang dihubungkan oleh selat-selat sempit, jumlah curah hujan yang terbanyak adalah Jawa Barat.

  3. Curah hujan juga bertambah sesuai dengan ketinggian tempat. Curah hujan terbanyak umumnya berada pada ketinggian antara 600 – 900 m di atas permukaan laut.

  4. Di daerah pedalaman, di semua pulau musim hujan jatuh pada musim pancaroba. Demikian juga halnya di daerah-daerah rawa yang besar.

  5. Bulan maksimum hujan sesuai dengan letak DKAT.

  6. Saat mulai turunnya hujan bergeser dari barat ke timur seperti:
    1) Pantai barat pulau Sumatera sampai ke Bengkulu mendapat hujan terbanyak pada bulan November.
    2) Lampung-Bangka yang letaknya ke timur mendapat hujan terbanyak pada bulan Desember.
    3) Jawa bagian utara, Bali, NTB, dan NTT pada bulan Januari – Februari.

  7. Di Sulawesi Selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah, musim hujannya berbeda, yaitu bulan Mei-Juni. Pada saat itu, daerah lain sedang mengalami musim kering. Batas daerah hujan Indonesia barat dan timur terletak pada kira-kira 120( Bujur Timur.


Rata-rata curah hujan di Indonesia untuk setiap tahunnya tidak sama. Namun masih tergolong cukup banyak, yaitu rata-rata 2000 – 3000 mm/tahun. Begitu pula antara tempat yang satu dengan tempat yang lain rata-rata curah hujannya tidak sama.

Ada beberapa daerah yang mendapat curah hujan sangat rendah dan ada pula daerah yang mendapat curah hujan tinggi:

  1. Daerah yang mendapat curah hujan rata-rata per tahun kurang dari 1000 mm, meliputi 0,6% dari luas wilayah Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara, dan 2 daerah di Sulawesi (lembah Palu dan Luwuk).

  2. Daerah yang mendapat curah hujan antara 1000 – 2000 mm per tahun di antaranya sebagian Nusa Tenggara, daerah sempit di Merauke, Kepulauan Aru, dan Tanibar.

  3. Daerah yang mendapat curah hujan antara 2000 – 3000 mm per tahun, meliputi Sumatera Timur, Kalimantan Selatan, dan Timur sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagian Irian Jaya, Kepulauan Maluku dan sebagaian besar Sulawesi.

  4. Daerah yang mendapat curah hujan tertinggi lebih dari 3000 mm per tahun meliputi dataran tinggi di Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dataran tinggi Irian bagian tengah, dan beberapa daerah di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba.

Perlu Anda ketahui pula bahwa hujan terbanyak di Indonesia terdapat di Baturaden Jawa Tengah, yaitu curah hujan mencapai 7,069 mm/tahun. Hujan paling sedikit di Palu Sulawesi Tengah, merupakan daerah yang paling kering dengan curah hujan sekitar 547 mm/tahun.

December 3, 2006 at 3:17 am 115 comments


SELAMAT DATANG

RSS Info Gempa

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 668,174 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 8 other followers