Cara Mengelola Informasi Geografi


Secara umum proses SIG terdiri atas tiga bagian (subsistem), yaitu subsistem masukan data (input data), manipulasi dan analisis data, menyajikan data (output data). Baiklah kita akan membahasnya satu persatu dari ketiga subsistem tersebut.

1. Subsistem masukan data (input data)
  Subsistem ini berperan untuk memasukkan data dan mengubah data asli ke bentuk yang dapat diterima dan dipakai dalam SIG. Semua data dasar geografi diubah dulu menjadi data digital, sebelum dimasukkan ke komputer. Data digital memiliki kelebihan dibandingkan dengan peta (garis, area) karena jumlah data yang disimpan lebih banyak dan pengambilan kembali lebih cepat. Ada dua macam data dasar geografi, yaitu data spasial dan data atribut.

a. Data spasial (keruangan), yaitu data yang menunjukkan ruang, lokasi atau tempattempat di permukaan bumi. Data spasial berasal dari peta analog, foto udara dan penginderaan jauh dalam bentuk cetak kertas.

Data spasial dan data atribut tersimpan dalam bentuk titik (dot), garis (vektor), poligon (area) dan pixel (grid). Data dalam bentuk titik (dot), meliputi ketinggian tempat, curah hujan, lokasi dan topografi. Data dalam bentuk garis (vektor), meliputi jaringan jalan, pipa air minum, pola aliran sungai dan garis kontur. Data dalam bentuk poligon (area), meliputi daerah administrasi, geologi, geomorfologi, jenis tanah dan penggunaan tanah. Data dalam bentuk pixel (grid), meliputi citra satelit dan foto udara.

Data dalam bentuk titik, garis dan poligon silahkan lihat gambar 5.8. Sedangkan data dalam bentuk pixel, silahkan lihat gambar 5.9.

 

 
Data dasar yang dimasukkan dalam SIG diperoleh dari tiga sumber, yaitu data lapangan (teristris), data peta dan data penginderaan jauh. Berikut ini akan dibahas satu per satu mengenai data dasar tersebut.
Gambar 5.11. ini adalah citra penginderaan jauh dari satelit Systeme Probatoire de I’ Observation de la Terra (SPOT), salah satu satelit penginderaan jauh milik Perancis. Citra ini memperlihatkan permukaan bumi daerah Jepara, Jawa Tengah yang diambil (difoto) melalui satelit SPOT.

Gambar 5.11. Citra spot daerah Jepara,
Jawa Tengah.

Data penginderaan jauh dan data teristris dimasukkan ke dalam SIG, kemudian disajikan ke dalam bentuk peta, grafik, tabel, gambar, bagan, atau hasil perhitungan.

2. Subsistem manipulasi dan analisis data Subsistem ini berfungsi menyimpan, menimbun, menarik kembali data dasar dan menganalisa data yang telah tersimpan dalam komputer. Ada beberapa macam analisa data, antara lain:

a. Analisis lebar, menghasilkan daerah tepian sungai dengan lebar tertentu (lihat gambar 5.12).

Analisis lebar adalah analisis yang dapat menghasilkan gambaran daerah tepian sungai dengan lebar tertentu. Kegunaannya antara lain untuk perencanaan pembangunan bendungan sebagai penang-gulangan banjir.

Kelas

Klasifikasi

1.
2.
3.

datar
landai
agak curam

Peta 2 adalah peta vegetasi (tanaman) dengan tiga klasifikasi.

Kelas

Klasifikasi

1.
2.
3.

padi
palawija
jagung

Setelah dilakukan analisis penjumlahan aritmatika, didapat peta dengan klasifikasi baru yaitu:

Peta 3 adalah peta lereng dan vegetasi (tanaman) dengan 7 klasifikasi.

Kelas

Klasifikasi

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Datar dengan tanaman padi.
Datar dengan tanaman palawija.
Landai dengan tanaman padi.
Landai dengan tanaman palawija.
Landai dengan tanaman jagung.
Agak curam dengan tamanam padi.
Agak curam dengan tenaman jagung.

3. Subsistem penyajian data (output data) Subsistem output data berfungsi menayangkan informasi geografi sebagai hasil analisis data dalam proses SIG. Informasi tersebut ditayangkan dalam bentuk peta, tabel, bagan, gambar, grafik dan hasil perhitungan. Gambar 5.15 dan 5.16 adalah contoh hasil output data yang ditayangkan sebagai informasi geografi hasil analisis data dalam proses SIG.

Gambar 5.15. Hasil output data yang menunjukkan
potensi aliran permukaan di DAS Pheasant Branch di
Wisconsin (Amerika Serikat). Makin gelap simbol, makin
tinggi potensi aliran sungainya.

December 3, 2006 at 3:42 am 3 comments

Pengelolaan Sistem Informasi Geografi (SIG)

Pengelolaan SIG ini meliputi, sumber informasi geografi, komponen-komponen SIG dan cara mengelola informasi geografi.

Sumber Informasi Geografi

Sumber informasi geografi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu (bersifat dinamis), sejalan dengan perubahan gejala alam dan gejala sosial. Dalam geografi, informasi yang diperlukan harus memiliki ciri-ciri yang dimiliki ilmu lain, yaitu:
1. Merupakan pengetahuan (knowledge) hasil pengalaman.
2. Tersusun secara sistematis, artinya merupakan satu kesatuan yang tersusun secara berurut dan teratur.
3. Logis, artinya masuk akal dan menunjukkan sebab akibat.
4. Objektif, artinya berlaku umum dan mempunyai sasaran yang jelas dan teruji.

Selain memiliki ciri-ciri tersebut di atas, geografi juga harus menunjukkan ciri spasial (keruangan) dan regional (kewilayahan). Aspek spasial dan regional merupakan ciri khas geografi, yang membedakannya dengan ilmu-ilmu lain.

Karena geografi merupakan kajian ilmiah mengenai gejala alam dan sosial dari sudut pandang spasial dan regional, maka informasi geografi bersumber dari:

1. Gejala-gejala litosfer
  Gejala-gejala ini meliputi relief dan topografi, jenis tanah dan batuan,

serta sistem pelapisan batuan. Contoh informasi geografi yang berasal

dari gejala litosfer lihat gambar di bawah ini.

  Keterangan gambar 5.1.
Peta di atas berjudul: Persebaran tanah di Indonesia. Peta tersebut

menggambarkan tentang persebaran jenis tanah di Indonesia

berdasarkan proses terjadinya.Berdasarkan keterangan peta:
a. putih, tanah vulkanik yaitu tanah ini banyak dipengaruhi oleh

vulkanik (letusan gunung api).
b. agak hitam, tanah non vulkanik yaitu tanah yang terbentuk pada

zaman tertier (akibat pelapukan).
c. hitam, tanah rawa (aluvial) yaitu tanah yang terbentuk dari hasil

sedimentasi (pengendapan), umumnya berada di kawasan pantai landai.

   
2. Gejala-gejala hidrosfer
  Keterangan gambar 5.2.
Judul peta:
Daerah dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul. Peta tersebut

menggambarkan tentang daerah dangkalan di Indonesia yaitu

dangkalan Sunda di sebelah Barat dan dangkalan Sahul di sebelah Timur.

Dangkalan adalah laut yang kedalamannya kurang dari 200 meter,

merupakan relief dasar

laut yang menurun perlahan-lahan (landai) mulai dari pantai ke arah

tengah lautan.

Berdasarkan keterangan peta:
3. Gejala-gejala atmosfer
  Gejala ini berkaitan dengan informasi tentang cuaca dan iklim, termasuk

unsur-unsurnya dan faktor yang mempengaruhinya. Contoh informasi

geografi yang berasal

dari gejala atmosfer, perhatikan gambar 5.3.

  Keterangan gambar 5.3.
Peta di atas meng-gambarkan persebaran curah hujan berdasarkan

besarnya curah hujan (dalam milimeter) dalam setahun untuk wilayah

Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. Untuk membedakan

besar curah hujan, silahkan lihat keterangan peta.

   
4. Gejala-gejala biosfer
  Gejala biosfer berkaitan dengan tumbuhan, hewan dan manusia, yang

sangat dipengaruhi oleh unsur litosfer, hidrosfer dan atmosfer.

Contoh informasi geografi yang berasal dari gejala biosfer adalah

persebaran sumber daya alam hayati (hidup) Indonesia,

(lihat gambar 5.4).

  Keterangan gambar 5.4.
Berdasarkan judul, peta di atas menggambarkan tentang persebaran

sumberdaya alam hayati (hidup) di Indonesia. Dari peta ini kita dapat

mengetahui daerah mana saja di Indonesia yang banyak menghasilkan

ikan tuna, kelapa, pala dan lainnya.

   
5. Gejala-gejala sosial budaya
  Gejala ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat antara lain kemajuan

ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Contoh gejala sosial

budaya yang merupakan sumber informasi geografi, yaitu persebaran

obyek wisata kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

             
             

December 3, 2006 at 3:34 am 9 comments

Pola Pergerakan Angin di Indonesia

Di dalam kegiatan 1 tentu Anda masih ingat, bahwa salah satu unsur cuaca dan iklim adalah angin. Angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan udara tinggi ke daerah bertekanan udara rendah. Berarti angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara.

Di daerah tropis akan terjadi angin dari daerah maksimum subtropis ke daerah minimum equator. Angin ini disebut angin passat timur laut di belahan bumi utara dan angin passat tenggara di belahan bumi selatan. Angin passat banyak membawa uap air karena berhembus di laut lepas. Akan tetapi pada beberapa wilayah di permukaan bumi angin passat tersebut mengalami perubahan arah akibat pengaruh lingkungan setempat.

Di Indonesia yang secara geografis terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera serta letak matahari yang berubah setiap enam bulan berada di utara dan enam bulan berada di selatan khatulistiwa, maka angin passat tersebut mengalami perubahan menjadi angin muson (angin musim) barat dan angin muson timur.

a.

Angin Muson Barat
Angin muson barat berhembus pada bulan Oktober – April, matahari berada di belahan bumi selatan, mengakibatkan belahan bumi selatan khususnya Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari daripada benua Asia. Akibatnya di Australia bertemperatur tinggi dan tekanan udara rendah (minimum). Sebaliknya di Asia yang mulai ditinggalkan matahari temperaturnya rendah dan tekanan udaranya tinggi (maksimum).

Oleh karena itu terjadilah pergerakan angin dari benua Asia ke benua Australia sebagai angin muson barat. Angin ini melewati Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia serta Laut Cina Selatan. Karena melewati lautan tentunya banyak membawa uap air dan setelah sampai di kepulauan Indonesia turunlah hujan. Setiap bulan November, Desember, dan Januari Indonesia bagian barat sedang mengalami musin hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi.

 

December 3, 2006 at 3:21 am 18 comments

Pola Umum Curah Hujan di Indonesia

Pola umum curah hujan di Indonesia antara lain dipengaruhi oleh letak geografis. Secara rinci pola umum hujan di Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Pantai sebelah barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak daripada pantai sebelah timur.

  2. Curah hujan di Indonesia bagian barat lebih besar daripada Indonesia bagian timur. Sebagai contoh, deretan pulau-pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT yang dihubungkan oleh selat-selat sempit, jumlah curah hujan yang terbanyak adalah Jawa Barat.

  3. Curah hujan juga bertambah sesuai dengan ketinggian tempat. Curah hujan terbanyak umumnya berada pada ketinggian antara 600 – 900 m di atas permukaan laut.

  4. Di daerah pedalaman, di semua pulau musim hujan jatuh pada musim pancaroba. Demikian juga halnya di daerah-daerah rawa yang besar.

  5. Bulan maksimum hujan sesuai dengan letak DKAT.

  6. Saat mulai turunnya hujan bergeser dari barat ke timur seperti:
    1) Pantai barat pulau Sumatera sampai ke Bengkulu mendapat hujan terbanyak pada bulan November.
    2) Lampung-Bangka yang letaknya ke timur mendapat hujan terbanyak pada bulan Desember.
    3) Jawa bagian utara, Bali, NTB, dan NTT pada bulan Januari – Februari.

  7. Di Sulawesi Selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah, musim hujannya berbeda, yaitu bulan Mei-Juni. Pada saat itu, daerah lain sedang mengalami musim kering. Batas daerah hujan Indonesia barat dan timur terletak pada kira-kira 120( Bujur Timur.


Rata-rata curah hujan di Indonesia untuk setiap tahunnya tidak sama. Namun masih tergolong cukup banyak, yaitu rata-rata 2000 – 3000 mm/tahun. Begitu pula antara tempat yang satu dengan tempat yang lain rata-rata curah hujannya tidak sama.

Ada beberapa daerah yang mendapat curah hujan sangat rendah dan ada pula daerah yang mendapat curah hujan tinggi:

  1. Daerah yang mendapat curah hujan rata-rata per tahun kurang dari 1000 mm, meliputi 0,6% dari luas wilayah Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara, dan 2 daerah di Sulawesi (lembah Palu dan Luwuk).

  2. Daerah yang mendapat curah hujan antara 1000 – 2000 mm per tahun di antaranya sebagian Nusa Tenggara, daerah sempit di Merauke, Kepulauan Aru, dan Tanibar.

  3. Daerah yang mendapat curah hujan antara 2000 – 3000 mm per tahun, meliputi Sumatera Timur, Kalimantan Selatan, dan Timur sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagian Irian Jaya, Kepulauan Maluku dan sebagaian besar Sulawesi.

  4. Daerah yang mendapat curah hujan tertinggi lebih dari 3000 mm per tahun meliputi dataran tinggi di Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dataran tinggi Irian bagian tengah, dan beberapa daerah di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba.

Perlu Anda ketahui pula bahwa hujan terbanyak di Indonesia terdapat di Baturaden Jawa Tengah, yaitu curah hujan mencapai 7,069 mm/tahun. Hujan paling sedikit di Palu Sulawesi Tengah, merupakan daerah yang paling kering dengan curah hujan sekitar 547 mm/tahun.

December 3, 2006 at 3:17 am 115 comments

Hawking : Manusia Harus Jadikan Planet Lain Koloni

Hawking : Manusia Harus Jadikan Planet Lain Koloni

Manusia harus bisa menjadikan planet-planet di sistem tata-surya lain sebagai koloninya dan melakukan perjalanan ke sana dengan menggunakan daya dorong seperti “Star Trek”, atau menghadapi kepunahan, kata ahli kosmologi terkenal Inggris, Stephen Hawking, Kamis.

Menunjuk pada teori-teori rumit dan kecepatan cahaya, Hawking, fisikawan Universitas Cambridge yang menggunakan kursi roda, mengatakan kepada BBC, kemajuan teori bisa merevolusi kecepatan perjalanan antariksa dan membuat koloni semacam itu bisa terwujud.

“Cepat atau lambat bencana seperti hantaman asteroid atau perang nuklir bisa menyapu kita semua,” kata Profesor Hawking, yang lumpuh akibat penyakit otot pada usia 21 tahun dan berbicara melalui alat penyatu suara komputer.

“Namun jika kita menyebar ke ruang angkasa dan membentuk koloni-koloni independen, masa depan kita akan aman,” kata Hawking, yang dijadwalkan menerima penghargaan tertua dunia untuk prestasi ilmiah, Medali Copley, dari Masyarakat Kerajaan Inggris pada Kamis.

Para ilmuwan tedahulu yang juga menerima penghargaan tersebut mencakup Albert Einstein dan Charles Darwin.

Untuk bisa bertahan hidup, manusia harus melakukan perjalanan ke planet-planet lain yang mengorbit bintang lain, namun roket bahan bakar kimia konvesional yang membawa manusia ke Bulan dalam misi Apollo akan memerlukan waktu 50.000 tahun untuk mencapai tempat itu, katanya.

Hawking, ilmuwan berusia 64 tahun dengan tiga anak yang jarang melakukan wawancara dan menulis buku terlaris “A Brief History of Time”, menyatakan bahwa tenaga pendorong seperti yang digunakan dalam pesawat fiksi Enterprise “untuk pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi manusia sebelumnya” bisa membantu mengatasi masalah itu.

“Fiksi ilmiah mengembangkan gagasan pendorong warp, yang bisa membawa anda seketika ke tempat tujuan anda,” katanya, seperti dikutip Reuters.

“Sayangnya, ini akan melanggar hukum ilmiah yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang bisa bergerak lebih cepat daripada cahaya,” tambahnya.

Namun, dengan menggunakan sistem “pelenyapan zat/antizat”, kecepatan di bawah kecepatan cahaya bisa dicapai, sehingga memungkinkan perjalanan ke bintang terdekat dalam waktu sekitar enam tahun.

“Itu tampaknya tidak terlalu lama bagi mereka yang berada di dalam pesawat,” katanya.

Ilmuwan tersebut menyatakan, ia juga ingin melakukan perjalanan ke luar angkasa, meski dengan cara yang lebih konvensional.

“Saya tidak takut mati, namun saya tidak buru-buru untuk mati. Tujuan mendatang saya adalah pergi ke angkasa,” kata Hawking. (*)

Copyright © 2006 ANTARA

December 3, 2006 at 2:59 am 1 comment

Clinton berkunjung ke Aceh
Mantan Presiden Amerika serikat Clinton beberapa hari yang lalu meninjau pembangunan tempat tinggal permanen bagi para korban Tsunami di Aceh. “Hanya 30 to 35 persen pembangunan rumah permanen yang telah dibangun

Clinton Tours Tsunami-Devastated Areas

December 2, 2006 at 10:14 pm Leave a comment

LITHOSFER

A.

Struktur Lapisan Kulit Bumi (litosfer)
Lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km.

Perlu anda pahami bahwa yang dimaksud batuan bukanlah benda yang keras saja berupa batu dalam kehidupan sehari hari, namun juga dalam bentuk tanah liat, abu gunung api, pasir, kerikil dan sebagainya.
Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan lebih tebal dari di bawah samudra.

Bumi tersusun atas beberapa lapisan yaitu:

a.

Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari jari barisfer +- 3.470 km.

b.

Lapisan antara yaitu lapisan yang terdapat di atas nife tebal 1700 km. Lapisan ini disebut juga asthenosfer mautle/mautel), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3.

c.

Lithosfer yaitu lapisan paling luar yang terletak di atas lapisan antara dengan ketebalan 1200km berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3.

Structure of hte oceanic and continental lithosphere

Gambar : Struktur Lithospheric. Bagian Kiri Menunjukkan oceanic lithosphere; Bagian kanan menunjukkan continental lithosphere. Digambar ulang oleh Keary and Vine (1996)

www.geologyrocks.co.uk

 

Lithosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:

1.

Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3.
Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua.

batuan metamorf yaitu batuan yang berubah bentuknya akibat pengaruh tekanan, temperatur dan waktu

batuan sedimen yaitu batuan yang terjadi dari hasil proses pengendapan

Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km.

Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:

– Kerak benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.
– Kerak samudra : merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra

2.

Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .

  Perhatikan gambar penampang bumi berikut ini:

1. Batuan pembentuk lithosfer

a.

Batuan beku

b.

Batuan sedimen

c.

Batuan metamorf
   
 

Semua batuan pada mulanya dari magma
Magma keluar di permukaan bumi antara lain melalui puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan ada pula yang di lautan. Magma yang sudah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku kemudian menjadi batuan beku. Batuan beku muka bumi selama beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktifitas tumbuhan dan hewan.

Selanjutnya hancuran batuan tersebut tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam waktu yang sangat lama karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut batuan malihan atau batuan metamorf.

Untuk lebih memahami jenis-jenis batuan perhatikan uraian berikut:

a.

Batuan Beku
Ada dua macam batuan beku, yaitu batuan beku dalam (contohnya

batu granit

), dan batuan beku luar (contohnya batu andesit.)

Untuk Mengetahui ketepatan batuan jenis batuan harus dilakukan uji laboratorium dengan menggunakan mikroskop untuk melihat bentuk kristal batuanya.
Jenis-jenis batuan beku

b.

Batuan sedimen
Ada beberapa macam batuan sedimen, yaitu batuan sedimen klastik, sedimen kimiawi dan sedimen organic. Sedimen klastik berupa campuran hancuran batuan beku, contohnya
breksi

, konglomerat

dan batu pasir. Sedimen kimiawi berupa endapan dari suatu pelarutan, contohnya batu kapur

dan batu giok. Sedimen organic berupa endapan sisa sisa hewan dan tumbuhan laut contohnya batu gamping

dan koral

.
Jenis-jenis batuan sedimen

c.

Batuan Malihan (Batuan Metamorf)
Batuan malihan atau metamorf adalah batuan yang berubah bentuk. Contohnya kapur (kalsit) berubah menjadi marmer

, atau batuan kuarsa menjadi kuarsit

.
Jenis-jenis batuan metamorf

2. Pemanfaatan lithosfer

 

Lithosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan memiluki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi. Lithosfer bagian atas merupakan tempat hidup bagi manusia, hewan dan tanaman. Manusia melakukan aktifitas di atas lithosfer.
Selanjutnya lithosfer bagian bawah mengandung bahan bahan mineral yang sangat bermanfaat bagi manusia. Bahan bahan mineral atau tambang yang berasal dari lithosfer bagian bawah diantaranya minyak bumi dan gas, emas, batu bara, besi, nikel dan timah.

Melihat manfaat Litthosfer yang demikian besar tersebut sepantasnyalah kita selalu bersyukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

   

3. Bentuk muka bumi sebagai akibat proses vulkanisme dan diatropisme.

 

Mengapa bentuk permukaan bumi tidak merata. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh dari luar bumi dan dalam bumi itu sendiri.

Pengaruh dari dalam bumi berupa suatu tenaga yang sangat besar sehingga dapat membentuk muka bumi yang beraneka ragam. Tenaga yang berasal dari dalam bumi disebut tenaga endogen. Tenaga yang berasal dari luar bumi disebut tenaga eksogen. Tenaga eksogen bersifat merusak bentuk bentuk permukaan bumi yang dibangun atas tenaga endogen.

Tenaga endogen meliputi tektonisme, vulkanisme dan seisme, sedangkan tenaga eksogen meliputi pengikisan dan pengendapan.
Tenaga eksogen antara lain meliputi pelapukan (weathering) dan erosi (pengikisan).

1.

Gejala vulkanisme.
Vulkanisme yaitu peristiwa yang sehubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi.
Magma adalah campuran batu-batuan dalam keadaan cair, liat serta sangat panas yang berada dalam perut bumi. Aktifitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya sehingga dapat terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi.Magma dapat berbentuk gas padat dan cair.

Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer (kulit bumi). Apabila penyusupan magma hanya sebatas kulit bumi bagian dalam dinamakan intrusi magma. Sedangkan penyusupan magma sampai keluar ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Sampai di sini apakah anda dapat memahami. kalau anda sudah memahami mari ikuti penjelasan berikutnya!

1.1

Intrusi magma
intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batu-batuan, tetapi tidak mencapai permukaan bumi. Intrusi magma dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:

a)

Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut.

b)

Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.

c)

Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela sela lipatan (korok).

d)

Diaterma adalah lubang (pipa) diantara dapur magma dan kepundan gunung berapi bentuknya seperti silinder memanjang.

1.2

Ekstrusi magma
Ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar Permukaan bumi dan membentuk gunung api. Hal ini terjadi bila tekanan Gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit bumi . Ekstrusi magma dapat di bedakan Menjadi:

a)

Erupsi linier, yaitu magma keluar melalui retakan pada kulit bumi, berbentukKerucut gunung api.

b)

Erupsi sentral, yaitu magma yang keluar melalui sebuah lubang permukaan bumi dan membentuk gunung yang letaknya tersendiri.

c)

Erupsi areal, yaitu magma yang meleleh pada permukaan bumi karena letak Magma yang sangat dekat dengan permukaan bumi, sehingga terbentuk kawah gunung berapi yang sangat luas.

  Perhatikan gambar berikut ini!
 

Gunung merupakan tonjolan pada kulit bumi yang terdiri dari lereng dan puncak.

Rangkaian dari gunung-gunung membentuk pegunungan. Gunung dan pegunungan terbentuk karena adanya tenaga endogen.
Apabila suatu tempat di permukaan bumi yang pernah atau masih mengeluarkan magma maka terbentuklah gunung berapi.

Berdasarkan tipe letusan gunung berapi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

a)

Gunungapi strato atau kerucut.
Kebanyakan gunung berapi di dunia merupakan gunung api kerucut. Letusan pada gunung api kerucut termasuk letusan kecil.letusan dapat berupa lelehan batuan yang panas dan cair. Seringnya terjadi lelehan menyebabkan lereng gunung berlapis lapis.Oleh karena itu, gunung api ini disebut gunung api strato. Sebagian besar gunung berapi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku termasuk gunung api kerucut.

b)

Gunung api maar.
Bentuk gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar tidak banyak. gunung berapi ini terbentuk karena ada letusan besar yang membentuk lubang besar pada puncak yang di sebut kawah. Gunung api maar memiliki corong. Contohnya Gunung Lamongan jawa Timur dengan kawahnya Klakah.

c)

Gunung api perisai
Di Indonesia tidak ada gunung yang berbentuk perisai. Gunung api perisai contohnya Maona Loa Hawaii, Amerika Serikat. Gunung api perisai terjadi karena magma cair keluar dengan tekanan rendah hampir tanpa letusan. Lereng gunung yang terbantuk menjadi sangat landai.


Pada umumnya bentuk gunung berapi di Indonesia adalah strato (kerucut). Gunung berapi yang pernah meletus, umunya berpuncak datar. Oleh karena itu, di Indonesia sering terjadi peristiwa gunung meletus. Magma yang keluar ke permukaan bumi ada yang padat cair dan gas. Material yang dikeluarkan oleh gunung api tersebut, antara lain:

1)

Eflata (material padat) berupa lapili, kerikil, pasir dan debu.

2)

Lava dan lahar, berupa material cair.

3)

Eksalasi (gas) berupa nitrogen belerang dan gas asam.

Ciri ciri gunung api yang akan meletus, antara lain:

1)

Suhu di sekitar gunung naik.

2)

Mata air mejadi kering

3)

Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang kadang disertai getaran (gempa)

4)

Tumbuhan di sekitar gunung layu, dan

5)

Binatang di sekitar gunung bermigrasi.

Tanda tanda ini menandakan intrusi magma yang terus mendesak ke permukaan, apabila desakan ini cukup kuat, yang terjadi adalah letusan gunung berapi. Setelah terjadi letusan Gunung itu mengalami istirahat, tetapi aktifitas gunung tersebut masih berlangsung, sehingga suatu saat dapat mengeluarkan suatu tanda tanda aktif kembali. Peristiwa vulkanik yang terdapat pada gunung berapi setelah meletus (post vulkanik), antara lain:

1)

terdapatnya sumber gas H2 S, H2O,dan CO2.

2)

Sumber air panas atau geiser.

Sumber gas ini ada yang sangat berbahaya bagi kehidupan. Bahkan dapat mematikan misalnya yang terjadi pada Kawah Sinila (Dieng) disamping berbahaya, gejala post vulkanik bermanfaat juga bagi kehidupan manusia. bahkan dapat juga dijadikan objek wisata , Misalnya air panas dan kawah gunung berapi.

Danau vulkanik
Setelah gunung merapi meletus atas kepundannya yang kedap air dapat menampung air dan membetuk danau. Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk akibat letusan gunung yang kuat sehingga menghancurkan bagian puncaknya, kemudian membentuk sebuah cekungan besar, cekungan menampung air dan membentuk danau.

Contoh danau vulkanik, antara lain: danau di pucak gunung lokon di Sulawesi Utara dan Danau Kelimutu di Flores.


Manfaat dan kerugian vulkanisme
Peristiwa vulkanik selain memberikan manfaat juga dapat menimbulkan kerugian harta benda maupun jiwa. Keuntungan yang kita peroleh setelah vulkanisme berlangsung antara lain:

1)

Objek wisata berupa kawah (Kawah gunung Bromo ), sumber air panas yang memancar (Yellowstone di Amerika Serikat, dan Pelabuhan Ratu di Cisolok), sumber air mineral (Maribaya di Jawa Barat dan Baturaden di Jawa Tengah)

2)

Sumber energi panas bumi misalnya di kamojang, Jawa Barat.

3)

Tanah subur yang akan diperoleh setelah beberapa tahun kemudian.

Kerugian yang kita alami terutama adalah berupa jiwa dan harta benda, karena:

1)

Gempa bumi

yang dapat ditimbulkanya dapat merusak bangunan.

2)

Kebakaran

hutan akibat aliran lava pijar.

3)

Tebaran abu yang sangat tebal dan meluas dapat merusak kesehatan dan mengotori sarana yang ada.

2.

Bentuk muka bumi akibat diatropisme
Diatropisme adalah proses pembentukan kembali kulit bumi pembentukan gunung-gunung, lembah-lembah, lipatan lipatan dan retakan retakan. Proses pembentukan lembah kulit bumi tersebut karena adanya tenaga tektonik.

Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari kulit bumi yang menyebabkan perubahan lapisan permukaan bumi, baik mendatar maupun vertikal. Tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi. Gerak itu meliputi gerak orogenetik dan gerak epirogenetik. (orogenesa dan epiro genesa).

Gerak orogenetik adalah gerak yang dapat menimbulkan lipatan patahan retakan disebabkan karena gerakan dalam bumi yang besar dan meliputi daerah yang sempit serta berlangsung dalam waktu yang singkat.

a)

Lipatan, yaitu gerakan pada lapisan bumi yang tidak terlalu besar dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi berkerut atau melipat, kerutan atau lipatan bumi ini yang nantinya menjadi pegunungan. Punggung lipatan dinamakan antliklinal, daerah lembah (sinklinal) yang sangat luas dinamakan geosinklinal, ada beberapa lipatan, yaitu lipatan tegak miring, rebah, menggantung, isoklin dan kelopak.

 

Perhatikan gambar:

 

Pehatikan gambar!

 

a. lipatan tegak d. lipatan menggantung
b. lipatan miring e. lipatan isoklin
c. lipatan rebah f. lipatan kelopak
 

Patahan yaitu gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung yang dalam waktu yang sangat cepat, sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah. Bagian muka bumi yang mengalami patahan seperti graben dan horst. Horst adalah tanah naik, terjadi bila terjadi pengangkatan. Graben adalah tanah turun, terjadi bila blok batuan mengalami penurunan.

  Pehatikan gambar!


   

b)

Gerak epirogenetic yaitu gerak yang dapat menimbulkan permukaan bumi seolah turun atau naik, disebabkan karena gerakan di bumi yang lambat dan meliputi daerah yang luas gerak epirogenetik di bedakan menjadi dua, yaitu gerak epiro genetic positif dan gerak epiro genetic negatif.

1.)

Gerak epirogenetic positif adalah gerakan permukaan bumi turun dan seolah olah permukaan air laut naik. Contoh, turunya pulau-pulau di kawasan Indonesia timur (Kepulauan Maluku dan kepulauan Benda.

2.)

Gerak epirogenetic negatif adalah gerakan permukaan bumi seolah-olah permukaan bumi naik dan seolah olah permukaan air turun. Contoh, naiknya dataran tinggi Colorado. Supaya lebih jelas, lihatlah gambar di bawah ini.

  e-dukasi.net

December 2, 2006 at 9:35 pm 145 comments

Older Posts Newer Posts


SELAMAT DATANG

Tulisan sebelumnya

Yang Lagi Baca

page counter

Pengunjung Situs Ini

Pengunjung

  • 617,929 Pembaca
Pagerank

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Join 9 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.